Rupiah di Awal Pekan Berakhir Tak Berdaya ke Level Rp15.519/USD

Senin, 14 November 2022 - 16:26 WIB
Ibrahim menyebut, masih surplusnya neraca perdagangan Indonesia di periode tersebut didorong kinerja ekspor, terutama dengan kenaikan harga batu bara yang mencapai 17,4% sepanjang Oktober 2022.

"Hanya saja, kinerja impor diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan pemulihan sektor industri, yang mendorong impor bahan baku dan barang modal diperkirakan meningkat," imbuhnya.

Baca Juga: IMF Kembali Beri Tanda Bahaya, Prospek Ekonomi Global Semakin Suram

Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan diramal akan melandai hingga akhir tahun 2022, seiring tren penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia, seperti besi dan baja, crude palm oil (CPO), dan batu bara.

Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Selasa (15/11) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.500 - Rp15.550.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!