Tak Terpengaruh Isu Reflasi, Rupiah Sore Ini Libas Dolar AS di Rp15.696
Selasa, 22 November 2022 - 15:54 WIB
Baca juga: Hantu Reflasi Gentayangan Tahun Depan, Jadi Ancaman Baru Ekonomi RI
Selain itu, sambung dia, tekanan inflasi dan inflasi inti global juga diprediksi masih tinggi hingga tahun depan. "Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tingkat inflasi dunia dapat menyentuh 9,2% (year-on-year/yoy) hingga akhir tahun, dan masih tinggi pada 2023 tapi akan mendingin ke 5,2%," terang dia.
Ibrahim menambahkan, BI bahkan memperkirakan AS akan menaikan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin sehingga menjadi 4,5% pada akhir 2022. Kenaikan suku bunga akan mencapai puncaknya pada paruh pertama 2023 dan tidak akan segera turun.
Lebih lanjut untuk perdagangan besok, Rabu (23/11), Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp15.670 - 15.740 per dolar AS.
Selain itu, sambung dia, tekanan inflasi dan inflasi inti global juga diprediksi masih tinggi hingga tahun depan. "Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tingkat inflasi dunia dapat menyentuh 9,2% (year-on-year/yoy) hingga akhir tahun, dan masih tinggi pada 2023 tapi akan mendingin ke 5,2%," terang dia.
Ibrahim menambahkan, BI bahkan memperkirakan AS akan menaikan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin sehingga menjadi 4,5% pada akhir 2022. Kenaikan suku bunga akan mencapai puncaknya pada paruh pertama 2023 dan tidak akan segera turun.
Lebih lanjut untuk perdagangan besok, Rabu (23/11), Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp15.670 - 15.740 per dolar AS.
(ind)
Lihat Juga :