Dukung Bulog Impor Beras, Kepala Bapanas: Urusan Perut Jangan Main-main

Kamis, 24 November 2022 - 11:01 WIB
"Apa yang terjadi apabila Bulog tidak bisa meng-top up sampai 1,2 juta ton? Ini akan demikian Bapak-Ibu, bisa jadi, kalau kondisi seperti hari ini, stok kita akan turun terus sampai dengan 342.000 ton," tukasnya.

Bila stok beras nasional terus menurun, lanjut Arief, akan sangat membahayakan. Pasalnya, Bulog tidak bisa mengintervensi pada saat kondisi tertentu atau saat harga beras di pasar naik tinggi.



Selain itu, akan menjadi masalah besar bila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di masyarakat dan mengharuskan Bulog mendistribusikan beras ke masyarakat, namun stok justru tidak terpenuhi.

"Dan ini menurut kami sebagai Badan Pangan Nasional sangat bahaya karena Bulog tidak bisa mengintervensi pada saat kondisi-kondisi tertentu, pada saat harga tinggi, dan saat kalau ada KLB atau Kondisi Kejadian Luar Biasa seperti terjadi di Cianjur, kita tidak berharap, beberapa di tempat lain, Bulog itu harus punya stok," tandasnya.

Adapun rincian stok beras Bulog per 22 November 2022 di antaranya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 426.573 ton atau sekitar 71,71%. Sementara, stok komersial mencapai 168,283 ton atau setara 28,29%dari total stok yang tersimpan.

"Kalau kita lihat stok komersial ini meningkat karena kami memberikan keluasan kepada Bulog untuk melakukan penyerapan untuk komersial supaya bisa bersaing dengan market," pungkas Arief.
(ind)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More