Sri Mulyani Ceria, Kantongnya Terisi Rp1.448 Triliun
Kamis, 24 November 2022 - 16:38 WIB
Dia mengatakan kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini masih dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah tahun 2021, serta implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
"Kinerja bulanan menunjukkan pertumbuhan pajak baik dan kumulatif yang mengalami normalisasi," ucap Sri.
Sri menyebutkan, peningkatan pertumbuhan bulan Oktober 2022 disebabkan adanya pembayaran kompensasi BBM. Tanpa adanya kompensasi BBM, pertumbuhannya hanya 20%.
Baca juga: Rusia Siapkan Tesla Tempur yang Bisa Dikendalikan dari Jauh
"Tren perlambatan ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir 2022 sejalan dengan meningkatnya restitusi dan tingginya basis penerimaan di akhir tahun 2021," pungkas Sri.
"Kinerja bulanan menunjukkan pertumbuhan pajak baik dan kumulatif yang mengalami normalisasi," ucap Sri.
Sri menyebutkan, peningkatan pertumbuhan bulan Oktober 2022 disebabkan adanya pembayaran kompensasi BBM. Tanpa adanya kompensasi BBM, pertumbuhannya hanya 20%.
Baca juga: Rusia Siapkan Tesla Tempur yang Bisa Dikendalikan dari Jauh
"Tren perlambatan ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir 2022 sejalan dengan meningkatnya restitusi dan tingginya basis penerimaan di akhir tahun 2021," pungkas Sri.
(uka)
Lihat Juga :