Tingkatkan Daya Saing Global, Bio Farma Akan Patenkan Inovasinya
Kamis, 24 November 2022 - 18:10 WIB
Kategori pertama adalah inisiatif yang perusahaan mendapatkan keuntungan berupa efisiensi dan pendapatan yang paling minimal. Kedua adalah kategori kreatif ketika ide yang dimanfaatkan memiliki potensi keuntungan terhadap perusahaan baik berupa efisiensi atau pendapatan menengah dan kategori terakhir adalah invensi.
Dalam kategori ini biasanya sudah berupa penemuan baru yang orisinil dengan potensi memberikan keuntungan kepada perusahaan dengan nilai yang tinggi. Tentunya apresiasi yang diberikan kepada pemilik ide pun akan tinggi pula.
"Kami mendorong karyawan agar berani memberikan ide yang meyakinkan, ide yang memberikan penghematan atau tambahan revenue untuk perusahaan. Bukan hanya inovasi produk tapi inovasi dalam poses administrasi juga," tuturnya.
Inovasi-inovasi dari pegawai Bio Farma pun sudah ada 13 yang dipatenkan oleh lembaga-lembaga sertifikasi paten. Satu masuk (fase) pelayanan teknis, 5 sudah granted (mendapatkan paten) dan sisanya dalam pemeriksaan substansif.
Tidak hanya inovasi dari internal saja, Bio Farma juga membangun kolaborasi dengan pihak luar seperti seperti universitas dan lembaga riset dalam negeri lainnya. Rahman mengatakan, pihaknya ke depan juga akan berkolaborasi dengan universitas luar negeri untuk mencari inovasi, terutama dalam bidang bio teknologi dan vaksin.
"Untuk mendapatkan inovasi dan produksi vaksin di tengah pendaftaran paten, kita harus berkolaborasi, mengikuti update serta memiliki kemadirian riset," tandasnya.
Dalam kategori ini biasanya sudah berupa penemuan baru yang orisinil dengan potensi memberikan keuntungan kepada perusahaan dengan nilai yang tinggi. Tentunya apresiasi yang diberikan kepada pemilik ide pun akan tinggi pula.
"Kami mendorong karyawan agar berani memberikan ide yang meyakinkan, ide yang memberikan penghematan atau tambahan revenue untuk perusahaan. Bukan hanya inovasi produk tapi inovasi dalam poses administrasi juga," tuturnya.
Inovasi-inovasi dari pegawai Bio Farma pun sudah ada 13 yang dipatenkan oleh lembaga-lembaga sertifikasi paten. Satu masuk (fase) pelayanan teknis, 5 sudah granted (mendapatkan paten) dan sisanya dalam pemeriksaan substansif.
Tidak hanya inovasi dari internal saja, Bio Farma juga membangun kolaborasi dengan pihak luar seperti seperti universitas dan lembaga riset dalam negeri lainnya. Rahman mengatakan, pihaknya ke depan juga akan berkolaborasi dengan universitas luar negeri untuk mencari inovasi, terutama dalam bidang bio teknologi dan vaksin.
"Untuk mendapatkan inovasi dan produksi vaksin di tengah pendaftaran paten, kita harus berkolaborasi, mengikuti update serta memiliki kemadirian riset," tandasnya.
Lihat Juga :