Defisit Rp169,5 Triliun, Sri Mulyani Pastikan Kondisi APBN Tetap Sehat
Jum'at, 25 November 2022 - 12:43 WIB
Baca juga: Jadi Andalan Saat Krisis, APBN Harus Dipastikan Tetap Sehat
Hingga akhir Oktober 2022, dia menilai kinerja APBN masih sangat baik. Realisasi Belanja Negara tetap disiplin, mencapai Rp2.351,1 triliun (75,7% dari pagu), tumbuh 14,2% (yoy). Penerimaan juga cukup baik, yaitu mencapai Rp2.181,6 triliun atau 96,3% dari target, masih tumbuh kuat 44,5% (yoy).
Setelah mengalami surplus 9 bulan berturut-turut, pada bulan Oktober APBN mulai mencatatkan defisit Rp169,5 triliun atau 0,91% terhadap PDB. Menurut Sri, jumlah ini masih jauh di bawah batas defisit pada Perpres 98/2022 yaitu 4,5% terhadap PDB.
"Dengan kondisi ini, kita masih optimis, namun tetap harus mencermati tren global untuk bisa merumuskan langkah-langkah menjaga ekonomi kita yang sedang baik ini,” tutur menteri kelahiran Bandar Lampung itu.
“Untuk itu, #APBNKita masih akan terus dioptimalkan sebagai peredam tekanan global untuk melindungi masyarakat, perekonomian, dan kesehatan APBN sendiri," tutup Menkeu.
Hingga akhir Oktober 2022, dia menilai kinerja APBN masih sangat baik. Realisasi Belanja Negara tetap disiplin, mencapai Rp2.351,1 triliun (75,7% dari pagu), tumbuh 14,2% (yoy). Penerimaan juga cukup baik, yaitu mencapai Rp2.181,6 triliun atau 96,3% dari target, masih tumbuh kuat 44,5% (yoy).
Setelah mengalami surplus 9 bulan berturut-turut, pada bulan Oktober APBN mulai mencatatkan defisit Rp169,5 triliun atau 0,91% terhadap PDB. Menurut Sri, jumlah ini masih jauh di bawah batas defisit pada Perpres 98/2022 yaitu 4,5% terhadap PDB.
"Dengan kondisi ini, kita masih optimis, namun tetap harus mencermati tren global untuk bisa merumuskan langkah-langkah menjaga ekonomi kita yang sedang baik ini,” tutur menteri kelahiran Bandar Lampung itu.
“Untuk itu, #APBNKita masih akan terus dioptimalkan sebagai peredam tekanan global untuk melindungi masyarakat, perekonomian, dan kesehatan APBN sendiri," tutup Menkeu.
Lihat Juga :