Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Rencana Pelonggaran Covid-19 di China

Rabu, 30 November 2022 - 08:44 WIB
Lima sumber OPEC+ mengatakan, OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan kebijakan produksi minyak tidak berubah pada pertemuan hari Minggu. Sementara dua sumber mengatakan pengurangan produksi tambahan juga kemungkinan akan dipertimbangkan. Namun, tidak ada yang berpikir pemotongan lain sangat mungkin terjadi.

Pertemuan tersebut, yang direncanakan sebagai pertemuan tatap muka, dapat dilakukan sebagian atau seluruhnya secara virtual, kata sumber, yang menambah kekhawatiran bahwa pemotongan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. OPEC+ mulai menurunkan target produksinya sebesar 2 juta barel per hari (bph) pada bulan November bertujuan untuk menopang harga minyak. Pasar juga menilai dampak dari batas harga Barat yang menjulang pada minyak Rusia.

Baca Juga: Rusia Protes Vatikan Soal Tudingan Paus Fransiskus pada Tentara Chechnya

Diplomat dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa telah membahas batas atas minyak Rusia antara USD65 dan USD70 per barel, bertujuan untuk membatasi pendapatan guna mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global. Namun, pemerintah Uni Eropa gagal menyepakati batas tersebut, dengan Polandia bersikeras itu harus ditetapkan lebih rendah dari tingkat yang diusulkan oleh G7, kata para diplomat.

Batas harga akan mulai berlaku pada 5 Desember, dan jika tidak ada kesepakatan, UE akan menerapkan langkah-langkah lebih keras yang disepakati pada akhir Mei dengan melarang semua impor minyak mentah Rusia mulai 5 Desember dan seterusnya produk minyak bumi mulai 5 Februari.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!