Momen Natal dan Tahun Baru, ASDP Bidik Pendapatan Rp 4,4 Triliun

Rabu, 14 Desember 2022 - 17:26 WIB
Meski membukukan kinerja keuangan yang positif, ASDP masih bimbang mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023. Perkaranya bayang-bayang resesi ekonomi global.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, ASDP Pangkas 30% Rencana Investasi

Djunia mengatakan, IPO akan tetap dilakukan, hanya saja pihaknya masih menpertimbangakn kondisi makro ekonomi saat ini. Sehingga, aksi korporasi tersebut belum dipastikan dilakukan.

Menurutnya, upaya pencatatan saham perdana di pasar modal harus mempertimbangkan kondisi atau situasi eksternal. Misalnya kenaikan suku bunga, inflasi, dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut memberi pengaruh besar terhadap psikologi investor di bursa saham dalam negeri.

"Itu masih on track, hanya saja kita melihat kondisi makro saat ini ya, di mana inflasi juga cukup tinggi, suku bunga juga meningkatkan, nilai tukar naik juga, kita melihat ketika kenaikan suku bunga, jadi kita melihat timing yang tepat," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!