Dari Surabaya dan Pasuruan, Kain Perca & Dedaunan Ini Jadi Ladang Uang
Jum'at, 23 Desember 2022 - 10:50 WIB
Meski dengan penghasilan yang fluktuatif, Ani mampu mempekerjakan lima orang karyawan yang membantu operasional bisnisnya.
Wajah Ani memancarkan semangat ketika membahas terkait pengelolaan keuangan, perhitungan harga pokok produksi (HPP), hingga model bisnis yang saat ini masih berupa penjualan langsung ke konsumen (business to consumer/B2C). Ia mengatakan akan mengeksplorasi ekspansi model bisnis menjadi business to business/B2B jika ada permintaan.
Ani mengungkapkan bisnis ecoprint yang dijalaninya dapat memberikan nilai tambah hingga dua kali lipat atas beragam barang yang diniagakan. Mulai dari sepatu, tas, hingga jaket.
Ani yang sudah paham akan praktik bisnis berkelanjutan (sustainability) berambisi ke depannya bisa lebih proaktif mengelola bisnisnya. Ia berharap dapat memanfaatkan seluruh barang sisa dan tidak menghasilkan limbah (zero waste). Saat ini, dia mengaku tengah mengeksplorasi potensi penggunaan plastik bekas untuk dijadikan sol sepatu dengan motif ecoprint miliknya.
Terkait pemasaran, Ani menjual barang dagangannya lewat akun Instagram @letes_craft yang dikelola sendiri. Selain itu, dirinya juga memanfaatkan platform penjualan lain, seperti e-commerce, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Hal serupa diungkapkan Eka Wahyu Setiawati yang memanfaatkan kain sisa (perca) untuk dijadikan barang baru bernilai ekonomi tinggi. Eka mengaku hobi memanfaatkan kain perca sejak tahun 2008 dan mulai aktif menjadikan aktivitas tersebut sebagai ladang usaha sejak 2018.
Wajah Ani memancarkan semangat ketika membahas terkait pengelolaan keuangan, perhitungan harga pokok produksi (HPP), hingga model bisnis yang saat ini masih berupa penjualan langsung ke konsumen (business to consumer/B2C). Ia mengatakan akan mengeksplorasi ekspansi model bisnis menjadi business to business/B2B jika ada permintaan.
Ani mengungkapkan bisnis ecoprint yang dijalaninya dapat memberikan nilai tambah hingga dua kali lipat atas beragam barang yang diniagakan. Mulai dari sepatu, tas, hingga jaket.
Ani yang sudah paham akan praktik bisnis berkelanjutan (sustainability) berambisi ke depannya bisa lebih proaktif mengelola bisnisnya. Ia berharap dapat memanfaatkan seluruh barang sisa dan tidak menghasilkan limbah (zero waste). Saat ini, dia mengaku tengah mengeksplorasi potensi penggunaan plastik bekas untuk dijadikan sol sepatu dengan motif ecoprint miliknya.
Terkait pemasaran, Ani menjual barang dagangannya lewat akun Instagram @letes_craft yang dikelola sendiri. Selain itu, dirinya juga memanfaatkan platform penjualan lain, seperti e-commerce, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Hal serupa diungkapkan Eka Wahyu Setiawati yang memanfaatkan kain sisa (perca) untuk dijadikan barang baru bernilai ekonomi tinggi. Eka mengaku hobi memanfaatkan kain perca sejak tahun 2008 dan mulai aktif menjadikan aktivitas tersebut sebagai ladang usaha sejak 2018.
Lihat Juga :