Ramai-ramai Melakukan Aksi Nyata Mewujudkan Target NZE di 2060

Senin, 26 Desember 2022 - 14:59 WIB
Komisaris PT AGRINDO Prakarsa Group, Arief Budiman, mengatakan, sebagai pabrik alat pertanian terbesar di Indonesia, pihaknya telah berkomitmen dalam pengurangan karbon emisi di dalam industri. "Kita memang salah satu dari sekian perusahaan yang komitmen dan ikut menandatangani Net Zero Hub untuk pengurangan karbon emisi dalam industri," kata Arief.

Sebab, Arief melanjutkan, AGRINDO merasa sangat penting, karena produk alat pertanian kalau perubahan iklim (climate change) semakin buruk, maka hasil pertanian tidak bisa diduga dan mungkin produktivitasnya pasti akan turun. "Ya, turun, banyak gagal panen dan lain-lain, sehingga karena panennya berkurang maka tidak bisa proses produksi".



Direktur of Energy & EPC Samator Group, Antony Harsono, mengatakan, perusahaanya yang fokus di industri gas memiliki mimpi suatu saat bahan bakar yang selama ini dari minyak atau gas, dapat digantikan oleh green hidrogen. "Kita tahu bahwa hidrogen itu dasarnya adalah air, jadi benar-benar zero emission," ujar Antony.

Sementara itu, CEO PT Semesta Energi Services & CGEI, Herman Huang, mengatakan, pihaknya sudah berkecimpung dalam energi baru terbarukan sejak 12 tahun yang lalu. "Sebagai salah satu pionir, kami merasakan perkembangan yang luar biasa dan efeknya baru akan terasa lagi di tahun depan 2023, akan banyak pemain baru yang masuk dalam energi baru terbarukan, kita sebagai pemain lama menyambut baik," ujar Herman.

Senada, Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy, Nelwin Aldriansyah, mengatakan, Pertamina sudah mulai melakukan kegiatan energi baru terbarukan geotermal ini sejak tahun 80-an. "Jaadi sudah hampir 40 tahun kita beroperasi," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!