Wall Street Merosot Imbas Kekhawatiran Resesi, Nasdaq Jatuh ke Posisi Terendah
Kamis, 29 Desember 2022 - 08:08 WIB
"Biasanya Reli Sinterklas dipicu oleh harapan faktor yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pasar," kata Bassuk.
Baca Juga: Tahun Politik 2023 dan Ancaman Resesi Global
"Data ekonomi yang negatif dan beragam, kekhawatiran yang lebih besar seputar kemunculan kembali COVID dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dan ... semua itu juga menerjemahkan kebijakan Fed, semuanya menghambat kemunculan Sinterklas pada akhir tahun ini," bebernya
Semua 11 indeks sektor S&P 500 (.SPX) jatuh pada hari Rabu. Saham energi (.SPNY) menjadi pecundang terbesar, turun lebih dari 2,2% karena kekhawatiran atas permintaan di China membebani harga minyak.
Investor telah menilai langkah China untuk membuka kembali ekonominya yang terpukul COVID karena infeksi yang melonjak.
"Dengan kombinasi kasus yang meningkat saat ini dengan pembukaan pembatasan China, kami melihat investor khawatir bahwa konsekuensinya akan menyebar ke berbagai industri dan sektor seperti yang terjadi pada periode COVID sebelumnya," kata Bassuk.
Benchmark S&P 500 (.SPX) turun 20% year-to-date, berada di jalur kerugian tahunan terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008. Kekalahan lebih parah terjadi pada Nasdaq Composite (.IXIC) padat teknologi, yang ditutup pada level terendah sejak Juli 2020.
Baca Juga: Tahun Politik 2023 dan Ancaman Resesi Global
"Data ekonomi yang negatif dan beragam, kekhawatiran yang lebih besar seputar kemunculan kembali COVID dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dan ... semua itu juga menerjemahkan kebijakan Fed, semuanya menghambat kemunculan Sinterklas pada akhir tahun ini," bebernya
Semua 11 indeks sektor S&P 500 (.SPX) jatuh pada hari Rabu. Saham energi (.SPNY) menjadi pecundang terbesar, turun lebih dari 2,2% karena kekhawatiran atas permintaan di China membebani harga minyak.
Investor telah menilai langkah China untuk membuka kembali ekonominya yang terpukul COVID karena infeksi yang melonjak.
"Dengan kombinasi kasus yang meningkat saat ini dengan pembukaan pembatasan China, kami melihat investor khawatir bahwa konsekuensinya akan menyebar ke berbagai industri dan sektor seperti yang terjadi pada periode COVID sebelumnya," kata Bassuk.
Benchmark S&P 500 (.SPX) turun 20% year-to-date, berada di jalur kerugian tahunan terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008. Kekalahan lebih parah terjadi pada Nasdaq Composite (.IXIC) padat teknologi, yang ditutup pada level terendah sejak Juli 2020.
Lihat Juga :