Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor Bakal Terdampak Resesi Ekonomi Global
Kamis, 29 Desember 2022 - 20:39 WIB
Namun, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan dengan matang daya saing usaha mengingat alternatif kemasan ramah lingkungan dan kesadaran konsumen terhadap ancaman kemasan plastik terhadap lingkungan masih rendah. Konsumen tidak mau membeli dengan harga yang lebih mahal apabila menggunakan kemasan ramah lingkungan. “Sementara pelaku usaha tentu saja akan menaikkan harga dari ongkos produksi yang naik,” kata Arsjad.
(Baca juga:Bijak Menyikapi Potensi Resesi Global)
Sementara itu, kebijakan ODOL yang akan diberlakukan pemerintah pada tahun depan juga bakal mendorong kenaikan harga barang. Pasalnya, pelaku industri masih mengandalkan kendaraan-kendaraan tersebut untuk mobilisasi barang secara lebih efisien. Biaya logistik dari distribusi barang otomatis akan naik dan berpengaruh pada harga-harga di pasaran.
“Mengingat tahun depan ada ancaman resesi ekonomi global dan pemerintah harus tetap menjaga inflasi dan daya beli, regulasi baru tersebut tentu saja akan memberikan dampak pada harga-harga barang, daya beli, dan inflasi. Perlu langkah bersama untuk mengatasi lonjakan harga yang berpengaruh pada fundamental ekonomi dalam negeri,” katanya.
Arsjad menegaskan, Kadin sebagai rumah semua pelaku usaha dan mitra pemerintah terus berharap agar ekonomi nasional tetap bertumbuh tahun depan sesuai prediksi. “Ancaman resesi ekonomi global harus disikapi bersama-sama dengan langkah konstruktif, sehingga baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat tidak terbebani,” katanya.
(Baca juga:Bijak Menyikapi Potensi Resesi Global)
Sementara itu, kebijakan ODOL yang akan diberlakukan pemerintah pada tahun depan juga bakal mendorong kenaikan harga barang. Pasalnya, pelaku industri masih mengandalkan kendaraan-kendaraan tersebut untuk mobilisasi barang secara lebih efisien. Biaya logistik dari distribusi barang otomatis akan naik dan berpengaruh pada harga-harga di pasaran.
“Mengingat tahun depan ada ancaman resesi ekonomi global dan pemerintah harus tetap menjaga inflasi dan daya beli, regulasi baru tersebut tentu saja akan memberikan dampak pada harga-harga barang, daya beli, dan inflasi. Perlu langkah bersama untuk mengatasi lonjakan harga yang berpengaruh pada fundamental ekonomi dalam negeri,” katanya.
Arsjad menegaskan, Kadin sebagai rumah semua pelaku usaha dan mitra pemerintah terus berharap agar ekonomi nasional tetap bertumbuh tahun depan sesuai prediksi. “Ancaman resesi ekonomi global harus disikapi bersama-sama dengan langkah konstruktif, sehingga baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat tidak terbebani,” katanya.
(dar)
Lihat Juga :