Tahun Depan Industri Perbankan Masih Prospektif
Jum'at, 30 Desember 2022 - 21:30 WIB
Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksikan kredit bisa tumbuh 10% hingga 12% secara tahunan pada 2023. Sedangkan untuk 2022 tumbuh 9% sampai 11%.
Laporan Likuiditas Bulanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan kredit masih akan meningkat secara bertahap seiring pemulihan aktivitas bisnis. Sedangkan pertumbuhan DPK masih akan tumbuh dengan laju yang lebih lambat.
Pertumbuhan penyaluran kredit bank juga diperkirakan masih akan dilakukan secara selektif dengan pengelolaan pencadangan yang memadai. Perpanjangan relaksasi kredit restrukturisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 2023 bisa mengurangi tekanan neraca perbankan.
Baca juga: PPKM Dicabut, Menkes Minta Masyarakat Segera Lengkapi Vaksin Covid-19
“Berlanjutnya peningkatan permintaan kredit akan menjadi tantangan bagi bank dalam mengelola likuiditasnya sekaligus tetap menjaga pertumbuhan kredit yang sehat,” mengutip laporan LPS.
Laporan Likuiditas Bulanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan kredit masih akan meningkat secara bertahap seiring pemulihan aktivitas bisnis. Sedangkan pertumbuhan DPK masih akan tumbuh dengan laju yang lebih lambat.
Pertumbuhan penyaluran kredit bank juga diperkirakan masih akan dilakukan secara selektif dengan pengelolaan pencadangan yang memadai. Perpanjangan relaksasi kredit restrukturisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 2023 bisa mengurangi tekanan neraca perbankan.
Baca juga: PPKM Dicabut, Menkes Minta Masyarakat Segera Lengkapi Vaksin Covid-19
“Berlanjutnya peningkatan permintaan kredit akan menjadi tantangan bagi bank dalam mengelola likuiditasnya sekaligus tetap menjaga pertumbuhan kredit yang sehat,” mengutip laporan LPS.
(uka)
Lihat Juga :