SWF China dan INA Jadi Investor Baru Apotek Kimia Farma
Jum'at, 30 Desember 2022 - 00:36 WIB
Sebagai informasi, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung modal kerja dan pengembangan bisnis KFA. KFA akan melakukan pengembangan usaha melalui New Business Model with Digitalization. Skema ini akan dilakukan dengan menggabungkan online dan offline store melalui strategi omnichannel, integrasi ApotekKlinik-Lab Diagnostika, serta New Digital Channel.
Jumlah outlet yang tersedia dari KFA mencapai 1.195 apotek, 410 klinik dan 72 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Bergabungnya AII dan CIZJ dengan KAEF diharapkan dapat mendukung pengembangan bisnis perseroan. Pengalihan saham ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi KFA untuk mengembangkan Operational Excellence & Service Experience.
Lihat Foto: Puncak Acara HUT Ke-51, Kimia Farma Luncurkan Produk Citamin
KAEF juga berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) atau rights issue dalam bentuk Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebanyak 325,1 juta (325.108.944) saham dengan nominal Rp100. Dengan demikian KAEF diperkirakan dapat memperoleh dana segar senilai Rp32,51 miliar.
Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli OWK yang dikonversi menjadi saham seri B akan mengalami dilusi atas kepemilikannya sampai 5,5 persen setelah pelaksanaan rights issue dan konversi OWK. Dana hasil OWK dalam rangka rights issue ini nantinya akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja KAEF.
Jumlah outlet yang tersedia dari KFA mencapai 1.195 apotek, 410 klinik dan 72 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Bergabungnya AII dan CIZJ dengan KAEF diharapkan dapat mendukung pengembangan bisnis perseroan. Pengalihan saham ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi KFA untuk mengembangkan Operational Excellence & Service Experience.
Lihat Foto: Puncak Acara HUT Ke-51, Kimia Farma Luncurkan Produk Citamin
KAEF juga berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) atau rights issue dalam bentuk Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebanyak 325,1 juta (325.108.944) saham dengan nominal Rp100. Dengan demikian KAEF diperkirakan dapat memperoleh dana segar senilai Rp32,51 miliar.
Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli OWK yang dikonversi menjadi saham seri B akan mengalami dilusi atas kepemilikannya sampai 5,5 persen setelah pelaksanaan rights issue dan konversi OWK. Dana hasil OWK dalam rangka rights issue ini nantinya akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja KAEF.
(nng)
Lihat Juga :