Demi Tingkatkan Peran Bos BUMN, Kementerian (Sampai) Gandeng IFC

Senin, 13 Juli 2020 - 10:05 WIB
“Nilai aset BUMN di Indonesia melebihi setengah PDB negara ini. Memperbaiki tata kelola adalah kunci untuk mendukung operasional BUMN dan memenuhi kebutuhan investor," tambah Budi. ( Baca juga:Erick Thohir Sesumbar Akan Depak Komisaris yang Sering Bolos )

Selain itu, BUMN sebagai salah satu lokomotif penggerak ekonomi Indonesia berperan besar terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan produk domestik yang selaras dengan lima program prioritas Kementerian BUMN. Kelimanya adalah peningkatan nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Sementara itu, Country Manager IFC untuk Indonesia, Azam Khan, mengatakan kerja sama yang dilakukan berupa pelatihan tata kelola perusahaan, penilaian tata kelola perusahaan dan pemberian masukan serta rencana perbaikan untuk memperkuat tata kelola perusahaan pada BUMN.

Semua itu, menurut Azam, sudah sesuai dengan standar internasional yang berlaku. Dalam pelaksanaan kerja sama IFC diperkenankan menggunakan sumber daya World Bank Group.

"Kami menghargai komitmen Kementerian BUMN untuk meningkatkan standar tata kelola perusahaan di Indonesia dan bangga dapat bermitra dengan Kementerian BUMN dalam misi penting ini,” ungkapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!