Bidik 15 Juta Ton Beras, Mentan Minta Musim Tanam Kedua Dipercepat
Senin, 13 Juli 2020 - 13:21 WIB
Syahrul menjelaskan, stok beras dalam negeri saat ini masih tersedia 7 juta ton. Dengan prediksi panen MT II tersebut, ketersediaan pangan dalam kondisi apapun dijamin aman. Dia pun meminta semua yang terlibat untuk bekerja sama menyukseskan program MT II.
"Bisakah ini hanya satu provinsi? Tidak bisa. Bisakah ini hanya satu kabupaten saja? Tidak bisa. Bisakah ini hanya Kementan? Tidak bisa. Pertanian itu adalah masalah bersama yang harus kita pegangan tangan mewujudkan, artinya pertanian membutuhkan kebersamaan yang ada. Di kita saat ini adalah semua memiliki cita-cita dan harapan yang sama bahwa MT II tidak boleh gagal sedikitpun," tandasnya.
Syahrul meminta seluruh anak buahnya untuk bersama-sama terlibat menyukseskan program ini. Dia mengingatkan bahwa tugasnya merupakan bentuk tujuan kemanusiaan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
"Pak Dirjen, Kepala Badan, turun tangan lah. Bukan hanya kepentingan tugasmu, ini tugas bangsa ini. Tugas kemanusiaan, tugas nasionalisme. Kebetulan saja saya menterinya, kamu kepala-kepalanya. Tetapi dibalik itu adalah kamu Indonesia. Kamu harus siapkan ini apalagi situasi nasional dan dunia darurat," pungkasnya.
"Bisakah ini hanya satu provinsi? Tidak bisa. Bisakah ini hanya satu kabupaten saja? Tidak bisa. Bisakah ini hanya Kementan? Tidak bisa. Pertanian itu adalah masalah bersama yang harus kita pegangan tangan mewujudkan, artinya pertanian membutuhkan kebersamaan yang ada. Di kita saat ini adalah semua memiliki cita-cita dan harapan yang sama bahwa MT II tidak boleh gagal sedikitpun," tandasnya.
Syahrul meminta seluruh anak buahnya untuk bersama-sama terlibat menyukseskan program ini. Dia mengingatkan bahwa tugasnya merupakan bentuk tujuan kemanusiaan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
"Pak Dirjen, Kepala Badan, turun tangan lah. Bukan hanya kepentingan tugasmu, ini tugas bangsa ini. Tugas kemanusiaan, tugas nasionalisme. Kebetulan saja saya menterinya, kamu kepala-kepalanya. Tetapi dibalik itu adalah kamu Indonesia. Kamu harus siapkan ini apalagi situasi nasional dan dunia darurat," pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :