KB Bukopin Genjot Terus Pendapatan dan Selesaikan Kredit Bermasalah di 2023
Selasa, 10 Januari 2023 - 13:10 WIB
Deputy President Director KB Bukopin Robby Mondong menyampaikan, “Pada 2022 sampai dengan 2023, kami fokus pada upaya untuk meningkatkan aset-aset berkualitas tinggi, membersihkan kredit bermasalah, serta membangun kembali kepercayaan pasar sembari terus berupaya meningkatkan pendapatan.”
Hingga kuartal III 2022, KB Bukopin berhasil menurunkan NPL Gross menjadi 8,75% persen dari posisi 10,66 persen year on year (yoy). Perbaikan rasio NPL berhasil diraih antara lain melalui penjualan kredit berkualitas rendah, dimana pada 2022 KB Bukopin telah menjual kredit berkualitas rendah sebesar Rp5,4 trillun.
Dengan demikian, sampai dengan September 2022, total kredit berkualitas rendah yang telah berhasil diselesaikan KB Bukopin lebih dari Rp10 trilliun. Untuk menyelesaikan kredit bermasalah tersebut, KB Bukopin melakukan beberapa cara antara lain seperti melaksanakan penagihan secara intensif melakukan penjualan dan penghapusbukuan.
Selain itu, di sisi pendapatan KB Bukopin berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih dan memperbaiki rasio net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih. Hingga kuartal III 2022 KB Bukopin berhasil menurunkan beban bunga 19 persen yoy menjadi Rp1,95 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih bisa meningkat 51 persen yoy, dari Rp487,56 miliar menjadi Rp737,63 miliar.
Adapun NIM tercatat 1,4 persen, terus meningkat dari posisi akhir Desember 2021 yang 0,95 persen, dan akhir Desember 2020 yang 0,61 persen.
Hingga kuartal III 2022, KB Bukopin berhasil menurunkan NPL Gross menjadi 8,75% persen dari posisi 10,66 persen year on year (yoy). Perbaikan rasio NPL berhasil diraih antara lain melalui penjualan kredit berkualitas rendah, dimana pada 2022 KB Bukopin telah menjual kredit berkualitas rendah sebesar Rp5,4 trillun.
Dengan demikian, sampai dengan September 2022, total kredit berkualitas rendah yang telah berhasil diselesaikan KB Bukopin lebih dari Rp10 trilliun. Untuk menyelesaikan kredit bermasalah tersebut, KB Bukopin melakukan beberapa cara antara lain seperti melaksanakan penagihan secara intensif melakukan penjualan dan penghapusbukuan.
Selain itu, di sisi pendapatan KB Bukopin berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih dan memperbaiki rasio net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih. Hingga kuartal III 2022 KB Bukopin berhasil menurunkan beban bunga 19 persen yoy menjadi Rp1,95 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih bisa meningkat 51 persen yoy, dari Rp487,56 miliar menjadi Rp737,63 miliar.
Adapun NIM tercatat 1,4 persen, terus meningkat dari posisi akhir Desember 2021 yang 0,95 persen, dan akhir Desember 2020 yang 0,61 persen.
Lihat Juga :