Anggota DPR Ungkap Penyimpangan Izin Kuota Ekspor Sarang Burung Walet ke China
Selasa, 17 Januari 2023 - 14:23 WIB
"Yang saya tanyakan adalah konon perusahaan A kemampuan produksinya 2.000, tapi kenapa dikasih 20.000? yang 18.000 dari mana? dari langit?," cetusnya.
Menurut dia, praktik menyimpang itu dapat merugikan negara karena Indonesia akan kehilangan kuota ekspor. Oleh karena itu, Sudin tak segan-segan meminta Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan Bambang untuk mengundurkan diri jika tak mengakui hal tersebut.
"Jadi kalau Anda nggak tahu, buat surat pengunduran diri. Saya yakin Anda tahu cuma Anda nggak berani ngomong. Saya bicara data," tukasnya.
Baca juga: Ekspor RI Melandai ke USD23,8 Miliar di Desember 2022
Menanggapi hal tersebut, Bambang menjelaskan hingga saat ini sudah ada 30 perusahaan walet yang terdaftar di GACC. Dari 30 itu, yang berproduksi hanya 29 dan seluruhnya telah dievaluasi oleh Barantan pada 2022 lalu.
Dari 29 yang dievaluasi, kata dia, temuan terberat ada di 4 perusahaan yakni PT Anugerah Citra Walet, PT Organik Hans, PT Tong Heng, dan PT Kembar Lestari.
Menurut dia, praktik menyimpang itu dapat merugikan negara karena Indonesia akan kehilangan kuota ekspor. Oleh karena itu, Sudin tak segan-segan meminta Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan Bambang untuk mengundurkan diri jika tak mengakui hal tersebut.
"Jadi kalau Anda nggak tahu, buat surat pengunduran diri. Saya yakin Anda tahu cuma Anda nggak berani ngomong. Saya bicara data," tukasnya.
Baca juga: Ekspor RI Melandai ke USD23,8 Miliar di Desember 2022
Menanggapi hal tersebut, Bambang menjelaskan hingga saat ini sudah ada 30 perusahaan walet yang terdaftar di GACC. Dari 30 itu, yang berproduksi hanya 29 dan seluruhnya telah dievaluasi oleh Barantan pada 2022 lalu.
Dari 29 yang dievaluasi, kata dia, temuan terberat ada di 4 perusahaan yakni PT Anugerah Citra Walet, PT Organik Hans, PT Tong Heng, dan PT Kembar Lestari.
Lihat Juga :