Perdagangan Terancam Tekor di Paruh Kedua 2023, Ekonom UI Ungkap Penyebabnya
Rabu, 18 Januari 2023 - 15:01 WIB
"Penurunan surplus neraca perdagangan tersebut disebabkan oleh kenaikan impor yang tumbuh sebesar 5,15% mtm sedangkan ekspor turun sebesar 1,09% mtm," ungkap Riefky.
Berdasarkan komponennya, surplus perdagangan pada bulan Desember 2022 terutama disebabkan oleh surplus nonmigas sebesar USD5,61 miliar. Sedangkan perdagangan migas mencatat defisit sebesar USD1,72 miliar.
"Penurunan harga komoditas, khususnya CPO, batu bara, dan hasil minyak, serta melambatnya permintaan di mitra dagang utama Indonesia, seperti China dan AS, turut menyebabkan penurunan nilai ekspor," ucap Riefky.
Baca juga: Kabur Tanpa Baju usai Bunuh Wanita Teman Kencan, Joko Umbaran Ditembak Polisi
Di sisi lain, peningkatan impor pada Desember 2022 terutama didorong oleh permintaan impor migas yang naik sebesar 14,15% mtm.
Berdasarkan komponennya, surplus perdagangan pada bulan Desember 2022 terutama disebabkan oleh surplus nonmigas sebesar USD5,61 miliar. Sedangkan perdagangan migas mencatat defisit sebesar USD1,72 miliar.
"Penurunan harga komoditas, khususnya CPO, batu bara, dan hasil minyak, serta melambatnya permintaan di mitra dagang utama Indonesia, seperti China dan AS, turut menyebabkan penurunan nilai ekspor," ucap Riefky.
Baca juga: Kabur Tanpa Baju usai Bunuh Wanita Teman Kencan, Joko Umbaran Ditembak Polisi
Di sisi lain, peningkatan impor pada Desember 2022 terutama didorong oleh permintaan impor migas yang naik sebesar 14,15% mtm.
(uka)
Lihat Juga :