Pemasar Didorong Sadar Terhadap Isu Lingkungan
Rabu, 18 Januari 2023 - 00:16 WIB
loading...
A
A
A
Chief Growth Officer (CGO) Dentsu Asia Pacific Dominic Powers mengatakan, dari hasil tersebut ditemukan fakta bahwa Indonesia memiliki tiga masalah iklim utama yakni kemiskinan dan kelaparan, penggundulan hutan, dan polusi air. Permasalahan ini menjadi tantangan penting dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem, untuk mencapai kehidupan yang lebih berkelanjutan. Meskipun begitu, praktisi pemasaran saat ini gagal untuk menangkap peluang.
"Kemajuan yang bermakna dalam tujuan keberlanjutan membutuhkan upaya di mana bisnis, konsumen dan masyarakat sipil, pembuat kebijakan, regulator, dan penyedia modal bekerja secara harmonis. Pemasar tidak hanya dilandasi tujuan bisnis untuk mendorong inovasi yang dapat memicu perubahan besar, tetapi mereka juga harus mengubah seluruh filosofi di balik perancangan, yang didasarkan pada tingkat penjualan," kata Dominic melalui risetnya, dikutip, Rabu (18/1/2023).
Menurut dia perubahan sistem diperlukan untuk mencapai target keberlanjutan global dan memastikan masa depan bumi. Tidak diragukan lagi bahwa bisnis, brand, serta mitra agensi mereka memiliki kebutuhan dan peluang.
Sebagai jembatan antara brand dan konsumen, praktisi pemasaran memiliki peluang unik. Sehingga, harus bertanggung jawab untuk menjadi agen perubahan generasi yang memengaruhi perilaku konsumen, serta mendorong inovasi yang akan diinformasikan kepada pelanggan.
Untuk mencapai kemajuan yang mendalam dan menggerakkan keberlanjutan, studi ini menemukan bahwa fungsi pemasaran memerlukan perubahan filosofis, yaitu diberi mandat untuk mendorong inovasi di luar target penjualan jangka pendek. Tujuannya untuk menciptakan pertumbuhan yang baik bagi masyarakat dan bumi, serta bisnis. Transformasi keberlanjutan perusahaan dan konsumsi berkelanjutan perlu menjadi prinsip untuk mengorganisir fungsi pemasaran.
“Studi tersebut memperkirakan bahwa dengan membuat perubahan agresif ini, brand akan dapat mendorong perubahan perilaku dan gaya hidup untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 40% hingga 70%,” ujarnya.
"Kemajuan yang bermakna dalam tujuan keberlanjutan membutuhkan upaya di mana bisnis, konsumen dan masyarakat sipil, pembuat kebijakan, regulator, dan penyedia modal bekerja secara harmonis. Pemasar tidak hanya dilandasi tujuan bisnis untuk mendorong inovasi yang dapat memicu perubahan besar, tetapi mereka juga harus mengubah seluruh filosofi di balik perancangan, yang didasarkan pada tingkat penjualan," kata Dominic melalui risetnya, dikutip, Rabu (18/1/2023).
Menurut dia perubahan sistem diperlukan untuk mencapai target keberlanjutan global dan memastikan masa depan bumi. Tidak diragukan lagi bahwa bisnis, brand, serta mitra agensi mereka memiliki kebutuhan dan peluang.
Sebagai jembatan antara brand dan konsumen, praktisi pemasaran memiliki peluang unik. Sehingga, harus bertanggung jawab untuk menjadi agen perubahan generasi yang memengaruhi perilaku konsumen, serta mendorong inovasi yang akan diinformasikan kepada pelanggan.
Untuk mencapai kemajuan yang mendalam dan menggerakkan keberlanjutan, studi ini menemukan bahwa fungsi pemasaran memerlukan perubahan filosofis, yaitu diberi mandat untuk mendorong inovasi di luar target penjualan jangka pendek. Tujuannya untuk menciptakan pertumbuhan yang baik bagi masyarakat dan bumi, serta bisnis. Transformasi keberlanjutan perusahaan dan konsumsi berkelanjutan perlu menjadi prinsip untuk mengorganisir fungsi pemasaran.
“Studi tersebut memperkirakan bahwa dengan membuat perubahan agresif ini, brand akan dapat mendorong perubahan perilaku dan gaya hidup untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 40% hingga 70%,” ujarnya.
Lihat Juga :