Dampak Perang Rusia Ukraina Sampai ke Indonesia, Harga Pupuk Melonjak 242%
Jum'at, 20 Januari 2023 - 10:19 WIB
loading...
Diakui Mentan SYL bahwa, perang Rusia Ukraina menimbulkan masalah yang cukup kompleks hingga ke Indonesia, dimana harga pupuk sudah melonjak 242%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, bahwa dampak perang Rusia Ukraina menimbulkan masalah yang cukup kompleks. Hal itu praktis mengganggu pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga: Bos Perusahaan Pupuk Serukan Negara-negara Kurangi Ketergantungan ke Rusia
Salah satu yang paling dalam dirasakan bagi sektor pertanian di Indonesia adalah melonjaknya harga pupuk . Sebab mayoritas suplai pupuk di Indonesia berasal dari negara yang tengah berkonflik tersebut. Rantai pasok yang terganggu, sehingga menyebabkan harga pupuk naik signifikan.
Sebelum masa pandemi, Mentan SYL mengatakan, harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022. Baukan sampai saat ini kenaikan harga masih berlanjut.
"Dengan kondisi ketersediaan pupuk saat ini, maka kita harus menerapkan prinsip bahwa pupuk harus bisa cepat dibagi, cermat dalam membagi, dan akurat,” ujar Mentan SYL pada pernyataan tertulisnya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga: Atasi Imbas Perang Rusia-Ukraina, Mentan Amankan Pasokan Bahan Baku Pupuk
Oleh karena itu Mentan SYL memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan.
Baca Juga: Bos Perusahaan Pupuk Serukan Negara-negara Kurangi Ketergantungan ke Rusia
Salah satu yang paling dalam dirasakan bagi sektor pertanian di Indonesia adalah melonjaknya harga pupuk . Sebab mayoritas suplai pupuk di Indonesia berasal dari negara yang tengah berkonflik tersebut. Rantai pasok yang terganggu, sehingga menyebabkan harga pupuk naik signifikan.
Sebelum masa pandemi, Mentan SYL mengatakan, harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022. Baukan sampai saat ini kenaikan harga masih berlanjut.
"Dengan kondisi ketersediaan pupuk saat ini, maka kita harus menerapkan prinsip bahwa pupuk harus bisa cepat dibagi, cermat dalam membagi, dan akurat,” ujar Mentan SYL pada pernyataan tertulisnya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga: Atasi Imbas Perang Rusia-Ukraina, Mentan Amankan Pasokan Bahan Baku Pupuk
Oleh karena itu Mentan SYL memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan.
Lihat Juga :