Menanti Rilis PMI Manufaktur, Wall Street Dibuka Tersungkur

Selasa, 24 Januari 2023 - 22:32 WIB
loading...
Menanti Rilis PMI Manufaktur,...
Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Ilustrasi Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Pelemahan dipicu kinerja kurang memuaskan saham-saham yang memimpin sejumlah sektor menjelang rilis indeks purchasing managers' index (PMI) Manufaktur.

Selain itu, pelaku pasar juga sedang menantikan pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed pada pekan depan.

Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,46% di 33.476,32; S&P 500 (SPX) terkoreksi 0,58% di 3.996,50; dan Nasdaq Composite (IXIC) melemah 0,56% menjadi 11.301,07. Komponen saham teraktif diperdagangkan di bawah SPX di antaranya Tesla, Apple, hingga Alphabet A.

Tiga top gainers yang memimpin yaitu Lumen Technologies menguat 14,17% di USD5,88, AT&T tumbuh 13,61% di USD21,70, dan Norwegian Cruise Line naik 13,47% di USD17,61.

Sedangkan tiga top losers SPX adalah Mosaic merosot 12,51% di USD42,30, Wells Fargo&Co melemah 11,15% di USD40,01, dan PPL turun 6,24% di USD10,88 di USD26,13.

Kinerja dan prospek keuangan kuartal IV/2022 masih menjadi katalis penggerak perdagangan pada pekan ini. Kabar terbaru dari perusahaan leading-sector seperti 3M Co (MMM.N), General Electrics Co (GE.N), hingga Johnson & Johnson (JNJ.N) mengindikasikan perlambatan ekonomi masih menjadi tantangan perusahaan.

Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat Didorong Lonjakan Saham Teknologi

Contohnya saham konglomerat industri 3M Co (MMM.N) yang melaporkan penurunan kinerja kuartal akhir tahun 2022, sehingga membuat sahamnya turun 4,7% pada perdagangan pre-market, memimpin penurunan di antara komponen dalam indeks Dow Jones.

Saham Johnson & Johnson (JNJ.N) turun 1,4% setelah raksasa industri kesehatan itu memperingatkan bahaya lonjakan Covid-19 di China pada awal kuartal tahun 2023, usai Beijing membuka pembatasan internasional mereka.

"Musim pendapatan bisa mengarahkan gerak pasar, dan sejauh ini, kami melihat ada sesi yang beragam," kata Ekonom Spartan Capital, Peter Cardillo, dilansir Reuters, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: The Fed Terus Agresif, Pengamat: Suku Bunga Naik 3-4 Kali Lagi di 2023

Selain laporan keuangan, investor juga sedang menantikan rilis purchasing managers' index (PMI) manufaktur sebagai indikator ekonomi untuk melihat keyakinan bisnis di sektor manufaktur.

Adapun pertemuan The Fed pekan depan terkait kebijakan suku bunga juga tengah menjadi perhatian investor. Pasar bertaruh The Fed akan mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin demi menahan laju inflasi di Negeri Paman Sam yang telah menembus 6,5% yoy pada Desember 2022.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved