Kurangi Backlog Perumahan, Pemerintah Kucurkan Dana Puluhan Triliun

Rabu, 25 Januari 2023 - 14:44 WIB
loading...
Kurangi Backlog Perumahan,...
Besarnya backlog perumahan di Indonesia masih menjadi masalah yang menantang. Foto/MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Besarnya backlog perumahan di Indonesia masih menjadi masalah yang menantang. Pemerintah berupaya mengatasinya melalui sejumlah langkah strategis.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silaban mengatakan, masalah backlog atau kondisi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat, tetap menjadi perhatian pemerintah. Adapun angka backlog yang mencapai 12,7 juta merupakan suatu tantangan karena rasio KPR Indonesia termasuk yang terendah.

"Tapi dapat saya laporkan, perhatian pemerintah terkait dengan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini sangatlah besar," ujarnya dalam acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Ekosistem Pembiayaan Perumahan secara virtual di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Kementerian PUPR Terseok-seok Kejar Target Backlog Nol di 2045

Pertama, untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sejak tahun 2010, pemerintah telah mengalokasikan total Rp79,77 triliun.

Bahkan, dalam dua tahun terakhir angka rata-ratanya mencapai sekitar Rp20 triliun. "Ini dipakai untuk membiayai pembangunan 1,16 juta unit rumah," ungkapnya.

Baca juga: Perusahaan China Ikut Garap Rumah ASN Hankam di IKN Nusantara Senilai Rp30,8 Triliun

Kemudian, pemerintah juga memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT SMF yang sejak tahun 2017 khusus untuk perumahan adalah sebesar Rp7,8 triliun. Pihaknya juga mendukung Perumnas, sehingga Perumnas mendapat tambahan equity dari pemerintah sebesar Rp1,5 triliun.

"Terakhir, kita juga mendukung BTN sehingga kemarin pemerintah ikut serta dalam rights issue BTN dan menambah modal Rp2,48 triliun dari kebutuhan Rp4 triliun equity baru BTN," bebernya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Kontribusi BRI untuk...
Kontribusi BRI untuk Program Rumah Subsidi Tembus Rp9,2 Triliun, Kuasai 54% Pasar Nasional
Dukung Pembiayaan Perumahan,...
Dukung Pembiayaan Perumahan, BSI Targetkan Penyaluran KPP Rp1,2 Triliun
Berita Pemangkasan Gaji...
Berita Pemangkasan Gaji ke-13 ASN Dipastikan Hoaks, Pencairan Tetap Juni 2026
NavaPark Dorong Konsep...
NavaPark Dorong Konsep Healthy Lifestyle lewat Hunian Premium Berbasis Wellness
Prabowo Panggil Menteri...
Prabowo Panggil Menteri Perumahan dan Dirut KAI, Bahas Hunian Layak Warga Bantaran Rel
Dorong Akses Hunian,...
Dorong Akses Hunian, Menteri PKP Puji Kontribusi BRI dalam Program Rumah Rakyat
Rekomendasi
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved