Perusahaan China Ikut Garap Rumah ASN Hankam di IKN Nusantara Senilai Rp30,8 Triliun

Selasa, 24 Januari 2023 - 17:14 WIB
loading...
Perusahaan China Ikut...
Kementerian PUPR terus menyiapkan pembangunan rumah ASN di IKN Nusantara. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, saat ini tengah berjalan progres pembangunan hunian aparatur sipil negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara ( IKN ). Ada tiga investor yang siap untuk menggarap hunian ASN di IKN melalui sekema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

Baca juga: Pindah ke IKN pada 2024, Pembangunan Gedung DPR dan Istana Wapres Masih Sebatas Perencanaan

Ketiga investor itu adalah perusahaan lokal PT Summarecon Agung Tbk. Lalu, konsorsium Indonesia-China, yaitu CCFG Corp-PT Risjadson Brunsfield Nusantara, serta perusahaan murni asing, yaitu Korean Land and Housing Corp.

Secara total, nilai investasi dari ketiga perusahaan untuk membangun perumahan ASN di IKN senilai Rp41,12 triliun. Paling besar adalah porsi konsorsium China yang mencapai Rp30,8 triliun, Korea Rp8,65 triliun, dan Summarecon Rp1,67 triliun.

"Masing-masing pemrakarsa tersebut memiliki tema untuk hunian ASN di IKN. China itu yang Hankam (pertahanan dan keamanan), mereka akan menyiapkan studinya," ujar Herry saat ditemui usai Raker Bersama Komisi V DPR RI, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut Herry menjelaskan, Kementerian PUPR sendiri memberikan tenggat waktu dalam proses studi tersebut kurang lebih enam bulan sejak perusahaan mengantongi letter to proceed dari Kementerian PUPR.

"Ada, kita kasih waktu selama enam bulan sejak dia mulai melakukan studi. Sambil berjalan kita lakukan evaluasi, kalau memenuhi syarat baru akan dibangun. Tiga itu mestinya tahun ini sudah mulai konstruksinya," tambah Herry.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
WFH ASN Setiap Jumat...
WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan...
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Cair Awal Juni, Catat Tanggal Pastinya
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan...
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan Lanjut untuk 2 Bulan ke Depan
Berita Pemangkasan Gaji...
Berita Pemangkasan Gaji ke-13 ASN Dipastikan Hoaks, Pencairan Tetap Juni 2026
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Rekomendasi
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved