Airlangga Petik Pelajaran Penting 3 Tahun Tangani Covid-19
Kamis, 26 Januari 2023 - 10:12 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan manfaat penting tiga tahun menangani Covid-19. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan manfaat penting tiga tahun menangani Covid-19. Di bawah kemudi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kombinasi rem dan gas terbukti ampuh dan terukur dibandingkan negara lain.
"Anggaran yang fleksibel dan akuntabel juga penting untuk mengantisipasi kondisi darurat di tengah ketidakpastian," ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Baca Juga: Dinilai Tegas dan Berwibawa, Nama Airlangga Muncul di Musyawarah Rakyat
Dia mengatakan di dibawah Perppu Nomor 1 Tahun 2020 memberikan keleluasaan yang bertanggung jawab, di mana pada periode krisis pandemi dukungan tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat miskin namun juga golongan menengah atas. "Ketersediaan data dan kualitas data berperan penting dalam perumusan kebijakan," ucap Airlangga.
Tidak hanya itu, koordinasi intensif pemerintah pusat dan daerah serta pelibatan seluruh elemen masyarakat, di mana perumusan program Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah tidak boleh lagi business as usual. "Dengan rapat yang hampir seminggu sekali dan kebijakan yang dikalibrasikan setiap 2 minggu selama 3 tahun," imbuhnya.
"Anggaran yang fleksibel dan akuntabel juga penting untuk mengantisipasi kondisi darurat di tengah ketidakpastian," ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Baca Juga: Dinilai Tegas dan Berwibawa, Nama Airlangga Muncul di Musyawarah Rakyat
Dia mengatakan di dibawah Perppu Nomor 1 Tahun 2020 memberikan keleluasaan yang bertanggung jawab, di mana pada periode krisis pandemi dukungan tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat miskin namun juga golongan menengah atas. "Ketersediaan data dan kualitas data berperan penting dalam perumusan kebijakan," ucap Airlangga.
Tidak hanya itu, koordinasi intensif pemerintah pusat dan daerah serta pelibatan seluruh elemen masyarakat, di mana perumusan program Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah tidak boleh lagi business as usual. "Dengan rapat yang hampir seminggu sekali dan kebijakan yang dikalibrasikan setiap 2 minggu selama 3 tahun," imbuhnya.
Lihat Juga :