Belanja Negara Meleset Jadi Rp3.061 Triliun, Uangnya ke Mana?
Kamis, 26 Januari 2023 - 13:28 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan belanja negara di APBN 2022 mencapai Rp3.061 triliun. Angka tersebut sedikit meleset dibandingkan realisasi sementara belanja APBN 2022 yang diproyeksikan mencapai Rp3.090,8 triliun.
"Uangnya kemana? Kan kayak gitu," ungkap Sri dalam Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Sri menjelaskan saat ini pemerintah sudah tidak lagi mengeluarkan untuk vaksin dan pembayaran pasien Covid-19. Sebagai gantinya, alokasinya diletakan untuk subsidi BBM hingga bantalan sosial.
Adapun untuk subsidi BBM pada 2022 sebesar Rp555 triliun. Pada 2023, harga BBM cenderung turun, namun pemerintah menjamin masih memiliki ruang fiskal yang cukup jika suatu hari harganya naik kembali.
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Belanja Negara di 2023, IKN Nusantara Dapat Rp23,9 Triliun
Memang, ketidakpastian yang ada adalah dari sisi penerimaan negara yaitu harga-harga komoditas dan prospek perekonomian global," jelas dia. Sri menegaskan pada 2023 pemerintah tetap concern pada anggaran sosial dan dukungan sumber daya manusia (SDM).
Dia memerinci alokasi belanja negara untuk pendidikan sebesar Rp612,2 triliun, kesehatan (mayoritas non Covid-19) Rp178,7 triliun, perlindungan sosial Rp476 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun, ketahanan energi (termasuk subsidi) Rp341,3 triliun, infrastruktur Rp392,1 triliun, dan pertahanan keamanan Rp316,9 triliun.
"Uangnya kemana? Kan kayak gitu," ungkap Sri dalam Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Sri menjelaskan saat ini pemerintah sudah tidak lagi mengeluarkan untuk vaksin dan pembayaran pasien Covid-19. Sebagai gantinya, alokasinya diletakan untuk subsidi BBM hingga bantalan sosial.
Adapun untuk subsidi BBM pada 2022 sebesar Rp555 triliun. Pada 2023, harga BBM cenderung turun, namun pemerintah menjamin masih memiliki ruang fiskal yang cukup jika suatu hari harganya naik kembali.
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Belanja Negara di 2023, IKN Nusantara Dapat Rp23,9 Triliun
Memang, ketidakpastian yang ada adalah dari sisi penerimaan negara yaitu harga-harga komoditas dan prospek perekonomian global," jelas dia. Sri menegaskan pada 2023 pemerintah tetap concern pada anggaran sosial dan dukungan sumber daya manusia (SDM).
Dia memerinci alokasi belanja negara untuk pendidikan sebesar Rp612,2 triliun, kesehatan (mayoritas non Covid-19) Rp178,7 triliun, perlindungan sosial Rp476 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun, ketahanan energi (termasuk subsidi) Rp341,3 triliun, infrastruktur Rp392,1 triliun, dan pertahanan keamanan Rp316,9 triliun.
Lihat Juga :