Gebrakan Jilid II Jokowi pada Hilirisasi Sumber Daya Alam
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:50 WIB
loading...
Jokowi kini memprioritaskan investasi terkait hilirisasi SDA. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa hilirisasi sumber daya alam (SDA) merupakan prioritas investasi Indonesia saat ini untuk menyambut ekonomi baru di masa depan. Jokowi juga menilai, hilirisasi SDA dapat mengambil peran dalam transisi energi bersih, dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon.
Baca juga: Erick Thohir: Pemerintah Terus Perkuat Ekosistem Hilirisasi
“Meski muncul berbagai tantangan dalam hilirisasi SDA, kita akan tetap tegak berdiri dan tidak akan pernah goyah oleh tekanan-tekanan,” kata Jokowi dalam acara ‘Saratoga Investment Summit 2023’ di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Sebelumnya, pemerintah telah menghentikan ekspor bahan tambang mentah, seperti nikel dan bauksit, dan akan menyusul kebijakan larangan ekspor tembaga. Gebrakan itu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah yang tinggi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Jokowi mengungkapkan rasa syukurnya karena melalui perhelatan G20, Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk bisa mengambil peluang investasi ekonomi hijau, seperti pengembangan ekosistem energi listrik, energi baru terbarukan, kawasan industri hijau dan industri hemat energi yang ramah lingkungan.
“Saya mengundang para investor agar tidak ragu menanamkan investasinya di Indonesia, berkolaborasi mewujudkan kemajuan Indonesia,” ujar Jokowi.
Di samping itu, Jokowi juga mengajak semua pihak untuk tetap optimistis di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi tahun ini. Ia menyebut bahwa tahun 2023 akan menjadi tahun yang penuh tantangan.
Baca juga: Erick Thohir: Pemerintah Terus Perkuat Ekosistem Hilirisasi
“Meski muncul berbagai tantangan dalam hilirisasi SDA, kita akan tetap tegak berdiri dan tidak akan pernah goyah oleh tekanan-tekanan,” kata Jokowi dalam acara ‘Saratoga Investment Summit 2023’ di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Sebelumnya, pemerintah telah menghentikan ekspor bahan tambang mentah, seperti nikel dan bauksit, dan akan menyusul kebijakan larangan ekspor tembaga. Gebrakan itu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah yang tinggi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Jokowi mengungkapkan rasa syukurnya karena melalui perhelatan G20, Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk bisa mengambil peluang investasi ekonomi hijau, seperti pengembangan ekosistem energi listrik, energi baru terbarukan, kawasan industri hijau dan industri hemat energi yang ramah lingkungan.
“Saya mengundang para investor agar tidak ragu menanamkan investasinya di Indonesia, berkolaborasi mewujudkan kemajuan Indonesia,” ujar Jokowi.
Di samping itu, Jokowi juga mengajak semua pihak untuk tetap optimistis di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi tahun ini. Ia menyebut bahwa tahun 2023 akan menjadi tahun yang penuh tantangan.
Lihat Juga :