Ternyata Ini yang Menyebabkan Harga Gula Tinggi

Selasa, 28 April 2020 - 14:09 WIB
loading...
Ternyata Ini yang Menyebabkan...
TIngginya harga gula hingga mencapai Rp17.000/kg menyebabkan masyarakat kesulitan untuk membeli komoditas ini. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui harga gula konsumen mengalami kenaikan bahkan hingga mencapai Rp17.000/kg. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, berdasarkan temuan dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan, kenaikan harga gula dikarenakan di tingkat pelelangan gula harganya telah mencapai Rp12.000/kg sehingga harga ke distributor pun tinggi.

"Berkat kerja sama Satgas Pangan ditemukan adanya pelelangan sebesar Rp12.000. Nah ini sehingga menimbulkan harga ke distributor Rp15.000, dan agen lebih dari Rp15.000, dan ujungnya di pasaran sekitar Rp17.000/kg, kurang lebih seperti itu," ujar Agus di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Dia pun sudah melakukan kesepakatan agar pelelangan ini tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) di konsumen. Terutama dari produsen yang telah melakukan penjualan tadi dan ini membuat harga-harga yang tidak stabil. "Kami telah membentuk tim monitoring dengan Satgas Pangan untuk mengawasi jalannya proses ini semua," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan dari hasil penelitian di lapangan. mengetahui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk segera menurunkan harga gula yang sampai sampai saat ini masih tinggi.

Beberapa upaya penugasan termasuk impor yang telah diberikan kepada perusahaan swasta nasional dan juga penugasan terhadap beberapa BUMN tentunya memerlukan waktu. "Mau tidak mau (untuk menurunkan harga) yang paling cepat adalah impor, dan dengan menugaskan produsen untuk bisa mengisi kekurangan tersebut untuk bisa disalurkan kepada masyarakat," jelasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
4.000 Tenaga Kerja Terampil...
4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri
Kembalikan Kejayaan...
Kembalikan Kejayaan Era Penjajahan Belanda, Produksi Gula Ditarget Naik 10 Ton per Hektare
Harga Gula Naik Jadi...
Harga Gula Naik Jadi Rp17.500/Kg, Begini Respons Pengusaha Ritel
Harga Gula Naik Jadi...
Harga Gula Naik Jadi Rp17.500 Sampai 30 Juni Diperpanjang Lagi
Resmi, Harga Gula Naik...
Resmi, Harga Gula Naik Jadi Rp17.500 per Kg
Program Tol Laut, Pemerintah...
Program Tol Laut, Pemerintah Diminta Pertegas Fungsi Dinas Perdagangan Daerah
Ribuan Pelaku Usaha...
Ribuan Pelaku Usaha Ikuti Pameran TEI 2025 di BSD City, Tangerang
KNCI Desak Pemerintah...
KNCI Desak Pemerintah Beri Solusi Terkait Masalah Usaha Outlet Server Pulsa
Rekomendasi
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved