Tekan Ongkos Logistik dengan Perbanyak UMKM di Kawasan Timur

Selasa, 14 Juli 2020 - 17:30 WIB
loading...
Tekan Ongkos Logistik...
Pelaku bisnis di bidang logistik berharap pemerintah daerah (pemda) di kawasan Indonesia Timur dapat lebih menggeliatkan pertumbuhan sektor UMKM di wilayahnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pelaku bisnis di bidang logistik berharap pemerintah daerah (pemda) di kawasan Indonesia Timur dapat lebih menggeliatkan pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Semakin banyak populasi UMKM berpotensi membuat ongkos logistik dari dan ke kawasan timur menjadi lebih efisien.

Direktur Komersial PT POS Indonesia Charles Sitorus mengatakan, aktivitas logistik dari dan ke Indonesia Timur memang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan wilayah lain. Hal ini tidak hanya dirasakan POS tetapi juga perusahaan penyedia jasa logistik lainnya.

(Baca Juga: Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Sektor Logistik dan Kurir )

Tantangan yang dimaksud lebih soal transportasi. Pengiriman dari dan ke kawasan Indonesia timur kerap tergantung kepada jalur udara alias pesawat. Namun, jadwal penerbangan yang ada belum seramai lalu lintas udara di kawasan barat.

“Kadang masalahnya muncul begini, saat berangkat kirim ke sana (timur), barang ada tetapi saat hendak balik justru kosong. Maka, perlu kerja sama dengan pemerintah daerah untuk kembangkan UMKM di sana,” tutur Charles dalam Katadata Forum Virtual Series bertajuk Pola Perubahan Konsumen Belanja Online, Selasa (14/7/2020).

Tantangan pengiriman dari dan menuju kawasan timur diakui POS yang notabene perusahaan logistik dengan jaringan terluas di Tanah Air. Artinya, kendala serupa kemungkinan besar juga dirasakan perusahaan logistik swasta lain.

Pada sisi lain, Dosen Universitas Multimedia Nusantara Zaroni mengutarakan bahwa ongkos logistik di Indonesia secara umum tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga, yakni berkisar 23%. Beberapa rekomendasi dikemukakan untuk mengatasi kondisi ini, contohnya melalui perbaikan konektivitas transportasi terutama dari dan ke wilayah timur.

(Baca Juga: Usulan Hapus Aturan Multimodal Transport Dinilai Tidak Tepat )

Menurut Zaroni, hal lain yang perlu diperhatikan pula adalah soal standardisasi barang kiriman alias paket. “Standar pengemasan sebetulnya penting juga agar meningkatkan efisiensi ketika loading dan penumpukan barang di kontainer,” ucap Zaroni.

Dia juga menyinggung terkait digitalisasi logistik, misalnya dokumen logistik sebaiknya dapat diakses secara daring dan idealnya cukup satu saja. Dengan begitu, tak perlu ganti dokumen beru setiap kali ganti moda transportasi. Langkah-langkah semacam ini, imbuh Zaroni, bisa menurunkan ongkos logistik sekitar lima persen.

Penguatan jaringan transportasi dan logistik di kawasan Indonesia timur selayaknya menjadi perhatian. Pasalnya, tren belanja secara daring alias online semakin hari semakin menjadi tren di tengah masyarakat terutama dalam situasi pandemi Covid-19.

Layanan POS

Menyadari potensi bisnis dari aktivitas belanja secara daring tersebut, POS berusaha memperluas jangkauan layanan. Charles menjelaskan, perseroan semula didesain untuk pengiriman dokumen dan surat, tetapi beberapa tahun terakhir memperkuat layanan di lini pengiriman paket dan jasa kurir.

“POS punya jaringan terluas di Indonesia, hampir seluruh kecamatan di Indonesia. Hal ini menjadi kekuatan luar biasa sebetulnya bagi kami. Ini memposisikan kami pada posisi sebagai penyedia layanan yang bisa diandalkan. Kami juga terus perbaiki jaminan ketepatan waktu pengantaran barang,” kata Charles.

Khusus bagi pedagang online, PT POS Indonesia menyediakan Q-Comm sejak 2019. Perseroan pelat merah ini berharap bisa meraup setidaknya sepuluh persen pasar e-commerce melalui layanan baru ini. Q-Comm memungkinkan pelapak daring mengirimkan barang maksimal dua hari.

Keunggulan Q-Comm tidak hanya terletak pada kecapatan waktu pengiriman tetapi juga ada tiga layanan unggulan lain, yaitu ambil paket gratis, resi otomatis, dan bisa bayar ditempat (cash on delivery/COD). Kehadiran Q-Comm melengkapi layanan pengiriman sebelumnya, yaitu Q9, alias barang sampai dalam waktu maksimal sembilan jam di dalam kota.

“Reaksi pebisnis daring bagus sekali maka kami terus tingkatkan kualitas layanan COD. Arah ke depan, kami kerja sama dengan perusahaan dompet elektronik untuk sediakan layanan COD cashless,” tutur Charles.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Mendorong Dialog Lintas...
Mendorong Dialog Lintas Sektor demi Percepat Elektrifikasi Logistik Perkotaan
KAI Logistik Ekspansi...
KAI Logistik Ekspansi Angkutan CPO, Target 200.000 Ton per Tahun
KP Cargo Tawarkan Skema...
KP Cargo Tawarkan Skema Tarif Nego Pengiriman Logistik di Atas 1 Ton
KJRI Penang : Konektivitas...
KJRI Penang : Konektivitas BNCT, Belawan - Penang - Port - Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan
Elektrifikasi Alat Bongkar...
Elektrifikasi Alat Bongkar Muat Dorong Kelancaran Logistik di Tanjung Priok
Era Baru Logistik Udara...
Era Baru Logistik Udara Dimulai Seiring Rampungnya Sertifikasi HY-100
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved