Perbandingan Kekayaan Low Tuck Kwong dan Hartono Bersaudara, Siapa Paling Tajir di RI?
Sabtu, 28 Januari 2023 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Profil Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Jadi Orang Terkaya Baru di Indonesia
Sebelumnya pada 26 Desember 2022 kekayaan Low Tuck Kwong tercatat sebesar USD 27,8 miliar, dimana artinya dalam waktu sebulan lebih kekayaannya meroket kurang lebih 1 miliar dollar AS.
Booming harga komoditas batu bara di tengah perang Rusia Ukraina, membuat pundi-pundi harta pengusaha batu bara itu terus menumpuk tinggi. Harga saham BYAN juga terus melesat dan sempat menyentuh level tertingginya pada Desember lalu.
Harga saham yang terus meningkat turut membuat kapitalisasi pasar BYAN naik menjadi Rp 686 triliun, dan mengokohkan diri sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham mayoritas BYAN, dengan menggengam 2,03 miliar atau setara 60,93% saham BYAN. Diketahui jiwa pengusaha Low Tuck Kwong sudah dipupuk sejak remaja, dimana Ia bekerja di perusahaan konstruksi ayahnya yang berada Singapura.
Kemudian pada tahun 1972, dirinya pindah ke Indonesia untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu, pekerjaannya sebagai kontraktor bangunan mengalami perkembangan dan mendapatkan durian runtuh pada tahun 1997 karena ada yang membeli tambang pertamanya.
Sebelumnya pada 26 Desember 2022 kekayaan Low Tuck Kwong tercatat sebesar USD 27,8 miliar, dimana artinya dalam waktu sebulan lebih kekayaannya meroket kurang lebih 1 miliar dollar AS.
Booming harga komoditas batu bara di tengah perang Rusia Ukraina, membuat pundi-pundi harta pengusaha batu bara itu terus menumpuk tinggi. Harga saham BYAN juga terus melesat dan sempat menyentuh level tertingginya pada Desember lalu.
Harga saham yang terus meningkat turut membuat kapitalisasi pasar BYAN naik menjadi Rp 686 triliun, dan mengokohkan diri sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham mayoritas BYAN, dengan menggengam 2,03 miliar atau setara 60,93% saham BYAN. Diketahui jiwa pengusaha Low Tuck Kwong sudah dipupuk sejak remaja, dimana Ia bekerja di perusahaan konstruksi ayahnya yang berada Singapura.
Kemudian pada tahun 1972, dirinya pindah ke Indonesia untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu, pekerjaannya sebagai kontraktor bangunan mengalami perkembangan dan mendapatkan durian runtuh pada tahun 1997 karena ada yang membeli tambang pertamanya.
Lihat Juga :