Bersaing dengan Fintech, Inilah 6 Faktor Penentu Keberlanjutan Industri Perbankan
Minggu, 29 Januari 2023 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, low interest rate environment, di mana tren penurunan credit yield berdampak pada Net Interest Margin (NIM) yang semakin tertekan.
“Kalau kita lihat di 2020 itu NIM bisa lebih 10% tapi 2022 ini hanya sekitar 6% sehingga saya pikir bank tetap didorong untuk memperluas fungsi intermediasinya karena dalam presentasi itu NIM-nya itu makin kecil. Kalau mau laba besar berarti ya harus nyari nasabah sebanyak-banyaknya kira-kira begitu gambarannya,” paparnya.
Baca juga: Hasil Riset BRI: Bunga Murah Bukan Faktor Utama Pertumbuhan Kredit
Kelima, utilisasi data dan teknologi yang semakin dominan jadi penggunaan data analitik untuk mempercepat proses bisnis kredit underwriting dan marketing. Adapun yang terakhir adalah kompetisi dengan fintech.
“Jadi persaingan yang semakin ketat seiring dengan hadirnya pemain-pemain non-bank seperti fintech dengan berbagai dinamikanya,” tutup Sunarso.
“Kalau kita lihat di 2020 itu NIM bisa lebih 10% tapi 2022 ini hanya sekitar 6% sehingga saya pikir bank tetap didorong untuk memperluas fungsi intermediasinya karena dalam presentasi itu NIM-nya itu makin kecil. Kalau mau laba besar berarti ya harus nyari nasabah sebanyak-banyaknya kira-kira begitu gambarannya,” paparnya.
Baca juga: Hasil Riset BRI: Bunga Murah Bukan Faktor Utama Pertumbuhan Kredit
Kelima, utilisasi data dan teknologi yang semakin dominan jadi penggunaan data analitik untuk mempercepat proses bisnis kredit underwriting dan marketing. Adapun yang terakhir adalah kompetisi dengan fintech.
“Jadi persaingan yang semakin ketat seiring dengan hadirnya pemain-pemain non-bank seperti fintech dengan berbagai dinamikanya,” tutup Sunarso.
(ind)
Lihat Juga :