Masyarakat Rasakan Manfaat Program Ganjar Tuku Lemah Oleh Lemah
Minggu, 29 Januari 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Mereka hanya perlu KTP, memiliki tanah dan nantinya rumah akan disubsidi Pemprov Jawa Tengah senilai Rp35 juta dan padat karya Rp1,8 juta. Bangunan bersistem Ruspin itu dikerjakan secara kolektif, dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.
"Mereka kita minta untuk mengusulkan, dan hari ini makin banyak desa-desa yang mulai mendata warganya yang tidak punya rumah, yang terkena bencana dan keterlibatan aparat pemerintah desa yang memberi solusi itu," jelas Ganjar.
Amin Sunarto (41), bahkan tak mampu membendung air mata karena terharu impiannya punya rumah dapat terwujud. Selama 10 tahun lebih, Sunarto bersama istri dan kedua anaknya tinggal di rusunawa. "Yang dipikirkan hanya bagaimana punya rumah, rumah, rumah, itu saja," kata Sunarto.
Sunarti menceritakan, istrinya selalu berdoa agar diberi kemudahan untuk memiliki rumah sendiri. Dan doa itu terkabul melalui perantara program Tuku Lemah Oleh Omah dari Ganjar. "Waktu baru dipasang panelnya saja saya sudah menangis karena bersyukur punya rumah. Karena yang ada dipikiran ya rumah, rumah, rumah," ungkapnya sambil menyeka air mata.
Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu pun tidak perlu lagi memikirkan beban biaya sewa rusunawa, serta tagihan listrik dan air. Ia hanya perlu membayar Rp500 ribu per bulan selama 10 tahun untuk bisa memiliki rumahnya itu. "Kalau di rusun itu saya di lantai 4. Bayarnya kalau total ya sekitar Rp300 sampai Rp400 ribu per bulan. Kalau sekarang hanya Rp500 ribu per bulan tapi untuk rumah sendiri," tutur Sunarto.
Cerita serupa juga disampaikan Wiwid (42), penerima bantuan rumah yang lain. Ia dinikahi suaminya, Sodikin, sejak 1998 silam. Namun, karena persoalan ekonomi, mereka berdua masih tinggal di rumah orang tua. Hingga beberapa tahun kemudian memilih tingg di rusunawa. "Sejak nikah, saya tinggal bersama ibu di Pantai Kartini, kemudian di Rusunawa. Tapi beberapa tahun kembali ikut ke rumah ibu. Nah, alhamdulillah sekarang dapat bantuan rumah dari Pak Ganjar," ungkap Wiwid.
"Mereka kita minta untuk mengusulkan, dan hari ini makin banyak desa-desa yang mulai mendata warganya yang tidak punya rumah, yang terkena bencana dan keterlibatan aparat pemerintah desa yang memberi solusi itu," jelas Ganjar.
Amin Sunarto (41), bahkan tak mampu membendung air mata karena terharu impiannya punya rumah dapat terwujud. Selama 10 tahun lebih, Sunarto bersama istri dan kedua anaknya tinggal di rusunawa. "Yang dipikirkan hanya bagaimana punya rumah, rumah, rumah, itu saja," kata Sunarto.
Sunarti menceritakan, istrinya selalu berdoa agar diberi kemudahan untuk memiliki rumah sendiri. Dan doa itu terkabul melalui perantara program Tuku Lemah Oleh Omah dari Ganjar. "Waktu baru dipasang panelnya saja saya sudah menangis karena bersyukur punya rumah. Karena yang ada dipikiran ya rumah, rumah, rumah," ungkapnya sambil menyeka air mata.
Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu pun tidak perlu lagi memikirkan beban biaya sewa rusunawa, serta tagihan listrik dan air. Ia hanya perlu membayar Rp500 ribu per bulan selama 10 tahun untuk bisa memiliki rumahnya itu. "Kalau di rusun itu saya di lantai 4. Bayarnya kalau total ya sekitar Rp300 sampai Rp400 ribu per bulan. Kalau sekarang hanya Rp500 ribu per bulan tapi untuk rumah sendiri," tutur Sunarto.
Cerita serupa juga disampaikan Wiwid (42), penerima bantuan rumah yang lain. Ia dinikahi suaminya, Sodikin, sejak 1998 silam. Namun, karena persoalan ekonomi, mereka berdua masih tinggal di rumah orang tua. Hingga beberapa tahun kemudian memilih tingg di rusunawa. "Sejak nikah, saya tinggal bersama ibu di Pantai Kartini, kemudian di Rusunawa. Tapi beberapa tahun kembali ikut ke rumah ibu. Nah, alhamdulillah sekarang dapat bantuan rumah dari Pak Ganjar," ungkap Wiwid.
Lihat Juga :