7 Proyek Smelter Rampung Dibangun Sepanjang Tahun 2022
Selasa, 31 Januari 2023 - 11:25 WIB
loading...
Kementerian ESDM terus mendorong hilirisiasi di sektor tambang. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong hilirisiasi di sektor tambang. Berdasarkan laporan ada 7 proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) selesai dibangun tahun lalu.
"Kita targetkan di tahun 2023 akan ada 17 smelter lagi yang harus selesai," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2022 dan Program Kerja Tahun 2023 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin sore (30/1/2023).
Baca Juga: BUMN Keroyokan Garap Hilirisasi, Listrik PLN 150 MVA Bakal Mengalir ke Smelter Antam
Arifin merinci proyek 7 smelter yang telah diselesaikan di tahun 2022 yakni, PT Aneka Tambang di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia di Sulawesi Selatan, PT Wanatiara Persada di Maluku Utara, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, PT Weda Bay Nickel di Maluku, PT ANTAM (proyek P3FH) di Maluku Utara dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores di Kalimantan Selatan yang merupakan smelter besi menghasilkan sponge ferro alloy.
Menurut dia pembangunan smelter merupakan amanat Undang-Undang (UU) yang wajib ditaati dan dilaksanakan. Bahan mentah mineral yang diolah di dalam negeri mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut Arifin menyampaikan bahwa pada Juni tahun 2023, pemerintah akan melarang ekspor bauksit dalam bentuk ore (belum terproses), sehingga pengelolaan bauksit harus dilakukan di dalam negeri.
"Total kapasitas input bauksit tahun 2022 adalah 13,88 juta ton dan yang dimanfaatkan masih 4,3 juta ton per tahun, sementara kita masih mengimpor alumunium. Pembangunan smelting untuk memproses alumunium itu bisa diselesaikan sehingga dapat menyerap kapasitas input yang sudah kita miliki hingga 100% dan kita tidak melakukan impor alumunium lagi, bahkan kita bisa mengekspornya," tegas Arifin.
"Kita targetkan di tahun 2023 akan ada 17 smelter lagi yang harus selesai," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2022 dan Program Kerja Tahun 2023 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin sore (30/1/2023).
Baca Juga: BUMN Keroyokan Garap Hilirisasi, Listrik PLN 150 MVA Bakal Mengalir ke Smelter Antam
Arifin merinci proyek 7 smelter yang telah diselesaikan di tahun 2022 yakni, PT Aneka Tambang di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia di Sulawesi Selatan, PT Wanatiara Persada di Maluku Utara, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, PT Weda Bay Nickel di Maluku, PT ANTAM (proyek P3FH) di Maluku Utara dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores di Kalimantan Selatan yang merupakan smelter besi menghasilkan sponge ferro alloy.
Menurut dia pembangunan smelter merupakan amanat Undang-Undang (UU) yang wajib ditaati dan dilaksanakan. Bahan mentah mineral yang diolah di dalam negeri mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut Arifin menyampaikan bahwa pada Juni tahun 2023, pemerintah akan melarang ekspor bauksit dalam bentuk ore (belum terproses), sehingga pengelolaan bauksit harus dilakukan di dalam negeri.
"Total kapasitas input bauksit tahun 2022 adalah 13,88 juta ton dan yang dimanfaatkan masih 4,3 juta ton per tahun, sementara kita masih mengimpor alumunium. Pembangunan smelting untuk memproses alumunium itu bisa diselesaikan sehingga dapat menyerap kapasitas input yang sudah kita miliki hingga 100% dan kita tidak melakukan impor alumunium lagi, bahkan kita bisa mengekspornya," tegas Arifin.
Lihat Juga :