Siapkan Ketahanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2020 - 06:09 WIB
loading...
Siapkan Ketahanan Pangan
Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Jika tidak ada aral melintang, dalam beberapa bulan ke depan proyek food estate di Kalimantan Tengah siap digarap. Proyek ambisius yang digadang-gadang sebagai penyangga pangan nasional ini diharapkan menjadi solusi meski terdapat sejumlah tantangan dalam realisasinya.

Keseriusan pemerintah mengembangkan food estate ini terlihat saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta sejumlah menteri meninjau langsung lokasi kawasan pertanian tersebut di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), pekan lalu.

Saat itu Presiden menegaskan food estate akan difungsikan sebagai pusat cadangan logistik nasional. Penggarapannya pun akan terintegrasi dengan melibatkan sejumlah kementerian mulai dari Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian BUMN, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dengan banyaknya pihak yang terlibat, muncul optimisme dan harapan akan adanya koordinasi yang lebih kuat di lapangan. Hal ini penting karena kendati dari sisi teknis Kementan bertanggung jawab terhadap produksi, dukungan kementerian lain sangat diperlukan karena menyangkut pengadaan infrastruktur, keamanan, dan model bisnis yang akan diterapkan. (Baca: AS Tolak Klaim China pada SUmber Daya Alam di Laut China Selatan)

Proyek pengembangan ketahanan pangan ini sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelum food estate di Kalteng, pemerintah juga pernah menginisiasi proyek serupa di era Orde Baru berupa pengembangan lahan gambut sejuta hektare di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Lalu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah digagas program food estate di Merauke, Papua. Saat itu Merauke ditargetkan menjadi sumber pangan, terutama padi, di wilayah timur Indonesia.

“Pemerintah harus serius melaksanakan program ini (food estate) karena dulu program sejenis semuanya gagal,” kata pengamat pertanian Khudori kepada SINDO Media di Jakarta, Senin (13/7).

Karena itu, menurut dia, untuk merealisasi program ini pemerintah harus melakukan perencanaan dan desain yang matang. “Pemerintah sebaiknya belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut sehingga program ini bisa berhasil dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” katanya.

Di sisi lain dia menyebut bahwa pengembangan food estate untuk menjaga ketahanan pangan nasional memang perlu dilakukan dengan penambahan lahan baru. Hal ini mengingat tingginya alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian, terutama di Pulau Jawa.

Kendati secara konsep cukup baik, pengembangan proyek food estate seluas 165.000 hektare (ha) itu diperkirakan bakal menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kondisi lahan yang masuk kategori suboptimal alias lahan yang tingkat kesuburannya tidak sebagus di Pulau Jawa. (Baca juga: 18 Lembaga Dirampingkan, Moeldoko: OJK Tidak Termasuk)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gonzalo Plata Antar La Tri Menang dan Lolos ke Babak 32 Besar
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved