Sri Mulyani: Salah Respons di 2023, Indonesia Bisa Ikutan Gelap Gulita
Jum'at, 03 Februari 2023 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Menkeu menyebut ini tidak berarti bahwa kesehatan tidak penting, karena reformasi sektor kesehatan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) tetap didukung secara penuh, baik itu memperbaiki mulai dari Posyandu, Puskesmas, rumah sakit di daerah, BPJS Kesehatan, dan menangani masalah yang non COVID-19 seperti stunting, tuberculosis (TBC), diabetes, dan lainnya.
"Semuanya sekarang menjadi persoalan yang harus kita waspadai. Pendidikan juga (anggarannya) Rp612 triliun, ini tertinggi. Saya selalu mengatakan ketika saya menjadi Menkeu tahun 2006, APBN-nya enggak sampai Rp600 triliun, tapi tahun ini pendidikan saja Rp 612 triliun," tambah Sri Mulyani.
Menurutnya hal itu menggambarkan niat pemerintah untuk terus menjaga dan membangun pondasi Indonesia. Kalau Indonesia ingin menjadi negara high-income, sumber daya manusia (SDM) adalah aspek yang paling penting.
"Kita tidak hanya dalam bentuk belanja dari sisi Kementerian/Lembaga (K/L), Kemendikbud dan Kemenag yang mengelola sektor pendidikan, tapi sekarang kita juga punya dana abadi LPDP yang sudah mencapai lebih dari Rp130 triliun," katanya.
"Semuanya sekarang menjadi persoalan yang harus kita waspadai. Pendidikan juga (anggarannya) Rp612 triliun, ini tertinggi. Saya selalu mengatakan ketika saya menjadi Menkeu tahun 2006, APBN-nya enggak sampai Rp600 triliun, tapi tahun ini pendidikan saja Rp 612 triliun," tambah Sri Mulyani.
Menurutnya hal itu menggambarkan niat pemerintah untuk terus menjaga dan membangun pondasi Indonesia. Kalau Indonesia ingin menjadi negara high-income, sumber daya manusia (SDM) adalah aspek yang paling penting.
"Kita tidak hanya dalam bentuk belanja dari sisi Kementerian/Lembaga (K/L), Kemendikbud dan Kemenag yang mengelola sektor pendidikan, tapi sekarang kita juga punya dana abadi LPDP yang sudah mencapai lebih dari Rp130 triliun," katanya.
(akr)
Lihat Juga :