Sri Mulyani: Salah Respons di 2023, Indonesia Bisa Ikutan Gelap Gulita
Jum'at, 03 Februari 2023 - 15:13 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memperingatkan, bahwa Indonesia bisa ikut gelap gulita apabila salah merespons gejolak ekonomi global. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memperingatkan, bahwa Indonesia bisa ikut gelap gulita apabila salah merespons gejolak ekonomi global . Seperti diketahui ekonomi dunia pada tahun ini diramalkan banyak pihak bakal gelap dan penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Ramalkan Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Ada Risiko Resesi di AS dan Eropa
Meski begitu Sri Mulyani bersyukur bahwa Indonesia masih dalam kondisi baik. Namun Mantan Direktur Bank Dunia itu mengingatkan, Indonesia jangan sampai salah memberikan respons.
"We are in a good shape now (Kami dalam kondisi yang baik sekarang). Kalau kita tidak bagus dalam merespons, kita juga bisa ikut dalam (situasi) gelap gulita," ujar Sri Mulyani dalam kuliah umum secara virtual di Jakarta, Jumat (3/2/2023).
Dia mengatakan, bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) di 2023 dari sisi belanja tetap dijaga. Prioritas nasional tetap, yaitu mendukung pemulihan ekonomi.
"Bedanya kalau dulu kita mengeluarkan belanja kesehatan untuk pandemi bisa sampai Rp 300 triliun, sekarang Rp 176 triliun. Sisanya dipakai untuk prioritas yang lain," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Ancaman Nyata Resesi Akibat Tekanan Global
Baca Juga: Ramalkan Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Ada Risiko Resesi di AS dan Eropa
Meski begitu Sri Mulyani bersyukur bahwa Indonesia masih dalam kondisi baik. Namun Mantan Direktur Bank Dunia itu mengingatkan, Indonesia jangan sampai salah memberikan respons.
"We are in a good shape now (Kami dalam kondisi yang baik sekarang). Kalau kita tidak bagus dalam merespons, kita juga bisa ikut dalam (situasi) gelap gulita," ujar Sri Mulyani dalam kuliah umum secara virtual di Jakarta, Jumat (3/2/2023).
Dia mengatakan, bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) di 2023 dari sisi belanja tetap dijaga. Prioritas nasional tetap, yaitu mendukung pemulihan ekonomi.
"Bedanya kalau dulu kita mengeluarkan belanja kesehatan untuk pandemi bisa sampai Rp 300 triliun, sekarang Rp 176 triliun. Sisanya dipakai untuk prioritas yang lain," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Ancaman Nyata Resesi Akibat Tekanan Global
Lihat Juga :