Selain Singapura, Ini Negara-Negara yang Lebih Dulu Mengalami Resesi Akibat Pandemi

Rabu, 15 Juli 2020 - 13:14 WIB
loading...
A A A
Kekuatan ekonomi Asinya lainnya, Jepang, juga sudah masuk jurang resesi. Dalam dua kuartal berturut-turut Negeri Sakura ini mengalami pertumbuhan yang negatif. Di kuartal IV-2019 pertumbuhan ekonomi Jepang minus 1,9%. Lalu dilanjutkan di kuartal I-2020, minus 0,6%.

Kontraksi terjadi akibat kenaikan pajak dan topan yang menghantam Jepang pada akhir 2019 lalu. Tekanan semakin menjadi setelah penyebaran virus corona. Virus telah menginfeksi lebih dari 17 ribu orang di Jepang. Sekitar 900 orang di antaranya meninggal.

Sebagian besar analis percaya ekonomi Jepang akan semakin tertekan dalam beberapa bulan mendatang karena dampak dari pembatasan kegiatan masyarakat tersebut. Selama periode April-Juni 2020 diperkirakan ekonomi Jepang akan mengalami minus 21,7% yoy.

Sementara itu, akibat kondisi politik dalam negeri ditambah dengan kehadiran virus Corona, Hong Kong mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif di tiga kuartal berturut-turut. Dimulai pada kuartal III-2019 pertumbuhan ekonomi Hong Kong minus 2,8%. Pada kuartal IV-2019 tercatat tumbuh minus 2,9%. Sedangkan pada kuartal I-2020 ini, ekonomi Hong Kong tambah parah, tumbuh negatif 8,9% (yoy).

Selain Singapura yang telah memasuki resesi, Thailand punya potensi besar mengikuti jejak Singapura. Sebagai salah satu pusat industri pariwisata di Asia, negeri ini telah mengalami pertumbuhan negatif di empat bulan pertama tahun ini, sebesar 1,8% yoy. Salah satu kekuatan ekonomi Thailand adalah industri pariwisatanya. Sejak awal tahun ini hingga Mei lalu industri pariwisata di negeri ini merosot hingga 75%.

Ekonom pun memprediksi di tahun ini pertumbuhan ekonomi Thailand akan berada di kisaran minus 5 hingga minus 6%. Untuk kuartal II, Negeri Gajah Putih ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan negatif hingga 10%.

Kekuatan ekonomi baru Asia, Filipina, juga mengalami hal yang sama. Setelah mencatatkan pertumbuan 6,7% di kuartal IV 2019, pada kuartal I 2020 anjlok hinga minus 0,2%. Memasuki kuartal II diprediksi Filipina hanya akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi minus 10% saja,sebagai imbas kebijakan lockdown.

Gubernur Bnk Sentral Filipina Benjamin Diokno mengatakan bahwa produk domestik bruto Filipina kemungkinan akan jatuh dan hanya akan tumbuh 0,2% di tahun ini sebelum bangkit kembali menjadi sekitar 7,7% di 2021.
(eko)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Jalin Kerja Sama Strategis,...
Jalin Kerja Sama Strategis, Pegadaian dan SMBC Corporation Tandatangani Nota Kesepahaman
Investasi Jepang Rp370...
Investasi Jepang Rp370 Triliun Bakal Guyur Indonesia, Sektor Apa Saja?
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
3 Negara ASEAN yang...
3 Negara ASEAN yang Memiliki Jet Tempur F-16, Singapura Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved