Jokowi Ungkap Biang Kerok Melonjaknya Harga Pangan Dunia

Jum'at, 10 Februari 2023 - 11:47 WIB
loading...
Jokowi Ungkap Biang...
Jokowi menyebut dua penyebab utama naiknya harga pangan dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengungkap dua penyebab utama yang membuat harga pangan naik. Menurut Jokowi, hampir di semua negara harga pangan melonjak drastis.

Baca juga: Momen Jokowi Ajak Cucu Jalan-jalan ke Mal di Medan

"Hampir di semua negara sekarang ini harga pangan naik sangat drastis sekali. Problemnya adalah karena perubahan iklim, yang kedua adalah masalah pupuk," kata Jokowi saat meresmikan Pabrik NPK PT Pupuk Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (10/2/2023).

Permasalahan pupuk diakibatkan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut merupakan produsen pupuk terbesar dunia.

"Karena perang di Ukraina, karena produsen pupuk Rusia, produsen pupuk Ukraina itu sangat gede sekali dan itu mengguncangkan sisi pertanian hampir semua negara. Produksivitas menjadi turun akhirnya output berkurang, harga menjadi naik," kata Jokowi.

Kebutuhan pupuk di Indonesia sebanyak 13,5 juta ton dan baru terpenuhi 3,5 juta ton. Jokowi pun mengakui saat berkunjung ke daerah-daerah selalu mendengarkan keluhan-keluhan dari para petani karena mahalnya harga pupuk.

"Dan itu saya rasakan akhir-akhir ini setiap saya ke desa, setiap saya masuk ke sawah ketemu petani selalu yg disampaikan adalah ‘Pak pupuk ga ada, Pak pupuk harga tinggi’. Kalau ga ada, kalau suplainya turun artinya harga pasti naik, otomatis. Apalag yang bersubsidi. Inilah problem besar kita yg harus kita atasi," kata Jokowi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Rekomendasi
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved