Terapkan Smart Farming, Petani Milenial Tabalong Bisa Tekan Biaya Produksi
Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:39 WIB
loading...
Dwi Cahyono (dua kiri), petani milenial asal Desa Ribang, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggaungkan penerapan smart farming untuk menjadi terobosan baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Smart farming ini bisa menekan biaya produksi.
Pemanfaatan smart farming juga meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian dalam menghadapi tantangan masa depan. Penerapan smart farming ini bisa mendapatkan untung lebih besar daripada pertanian konvensional.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, smart farming adalah solusi bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian sekaligus peningkatan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.
(Baca juga:Petani Bali Diajak Kembangkan Smart Farming)
Percepatan menuju pertanian modern dapat diwujudkan secara cepat apabila smart farming dapat dikembangkan dengan baik. “Yang pasti, kata dia, efisiensi tenaga, waktu dan biaya produksi harus bisa diturunkan hingga 30%. Dengan efisiensi, marginnya bisa kita naikan. Saya kira semua bisa kita wujudkan dengan kebersamaan. Dan ingat pertanian itu memberi keuntungan dan memberi kebaikan,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/2/2023).
Pemanfaatan smart farming juga meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian dalam menghadapi tantangan masa depan. Penerapan smart farming ini bisa mendapatkan untung lebih besar daripada pertanian konvensional.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, smart farming adalah solusi bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian sekaligus peningkatan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.
(Baca juga:Petani Bali Diajak Kembangkan Smart Farming)
Percepatan menuju pertanian modern dapat diwujudkan secara cepat apabila smart farming dapat dikembangkan dengan baik. “Yang pasti, kata dia, efisiensi tenaga, waktu dan biaya produksi harus bisa diturunkan hingga 30%. Dengan efisiensi, marginnya bisa kita naikan. Saya kira semua bisa kita wujudkan dengan kebersamaan. Dan ingat pertanian itu memberi keuntungan dan memberi kebaikan,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/2/2023).
Lihat Juga :