6 Perusahaan Teknologi China Ketiban Sanksi AS Buntut Balon Mata-mata

Sabtu, 11 Februari 2023 - 13:59 WIB
loading...
6 Perusahaan Teknologi...
Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menargetkan, 6 perusahaan asal China bakal dijatuhi sanksi usai diidentifikasi mendukung program balon mata-mata. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menargetkan, 6 perusahaan asal China bakal dijatuhi sanksi usai diidentifikasi mendukung program balon mata-mata . Perusahaan-perusahaan itu akan bergabung dengan daftar perusahaan yang berbasis di China, dimana menurut AS menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional.

Baca Juga: Fakta Balon Mata-Mata yang Digunakan China di AS

Pengumuman sanksi itu datang hanya beberapa jam setelah pesawat F-22 menembak jatuh objek kedua di angkasa yang memasuki wilayah udara AS dalam seminggu terakhir.

"Penggunaan balon dengan ketinggian tinggi oleh RRT (China) melanggar kedaulatan kami dan mengancam keamanan nasional AS," ungkap Wakil menteri perdagangan untuk industri dan keamanan, Alan Estevez yang menggunakan akronim untuk Republik Rakyat Tiongkok.

"Tindakan hari ini memperjelas bahwa entitas yang berusaha membahayakan keamanan dan kedaulatan nasional AS akan terputus dari mengakses teknologi AS," kata Estevez dalam sebuah pernyataan dari Departemen Perdagangan.

Benda yang ditembak jatuh pada hari Jumat waktu setempat, kedapatan mengambang di lepas pantai Alaska. Sedangkan akhir pekan lalu, sebuah balon pengintai China di ketinggian juga ditembak jatuh di lepas pantai Carolina Selatan.

Baca Juga: Profil Sinopec, Perusahaan China Pembeli Minyak Rusia Terbesar

Namun, Gedung Putih ragu-ragu untuk mengkarakterisasi, objek yang terlibat dalam insiden pesawat pada hari Jumat sebagai balon.

"Kami menyebut ini sebagai objek karena itulah deskripsi terbaik yang kami miliki saat ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby.

Ia juga menambahkan bahwa para pejabat AS belum tahu negara atau kelompok mana yang bertanggung jawab atas hal itu. Sanksi baru itu mencerminkan fokus pemerintah minggu ini pada program pengawasan pesawat tak berawak China.

"Tindakan hari ini menunjukkan upaya bersama kami untuk mengidentifikasi dan mengganggu penggunaan balon pengawasan RRT, yang telah melanggar wilayah udara Amerika Serikat dan lebih dari empat puluh negara," ungkap Asisten menteri perdagangan untuk penegakan hukum ekspor, Matthew Axelrod.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
Di Balik Booming Bisnis...
Di Balik Booming Bisnis F&B Indonesia, Ada Silent Killer Ekspansi
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
40 Perusahaan Baja China...
40 Perusahaan Baja China Kemplang Pajak di RI, Purbaya Kirim Tim Khusus
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Bisnis Berbasis AI, Perubahan Besar Dunia Advertising
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
SUSECON 2026, SUSE Perkuat...
SUSECON 2026, SUSE Perkuat Penawaran Open Source dan Inovasi Produk Berbasis Agen
ShortPro Segera Meluncurkan...
ShortPro Segera Meluncurkan Produk AI Unggulan AI X
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved