Harga Beras Naik, Pedagang Pasar: Terpaksa Tambah Modal

Sabtu, 11 Februari 2023 - 22:14 WIB
loading...
Harga Beras Naik, Pedagang...
Pedagang beras di pasar tradisional membenarkan adanya kenaikan harga beras dan menyebut pemicunya adalah gagal panen di sejumlah daerah. Foto/MPI/Dovana Hasiana
A A A
DEPOK - Pemerintah terus berupaya agar harga beras yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir bisa ditekan dan dijaga agar stabil.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, pada Jumat (10/2) harga beras kualitas medium II dibanderol Rp 12.950 per kg dan Rp 13.050 per kg untuk kualitas medium I.

Kenaikan harga ini juga diakui oleh para pedagang beras di pasar. MNC Portal Indonesia (MPI) hari ini menyambangi Pasar Cisalak di Depok, Jawa Barat dan Pasar Cijantung di Jakarta Timur.

Pedagang di dua pasar tersebut mengamini kenaikan harga beras dan menyebut pemicunya adalah gagal panen di sejumlah daerah.

“Naik harganya karena gagal panen. Kemarin kan banyak daerah yang kebanjiran akibat curah hujan yang tinggi,” kata Ali, pedagang beras di pasar Cisalak, Sabtu (11/2/2023).

Baca juga: Beberkan Modus Pengoplosan Beras Bulog, Buwas: Pelaku Untung Luar Biasa

Menurut pantauan MNC Portal Indonesia, kenaikan harga beras medium dan premium di Pasar Cisalak dan Pasar Cijantung relatif sama.

“Harga beras medium tadinya dijual Rp 8.000 per kg, sekarang jadi Rp 10.000 per kg. Kalau yang premium harganya jadi Rp 12.000 per kg, tadinya Rp 10.000,” beber pedagang beras di Pasar Cijantung, Endah.

Pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga. Hal ini dilakukan karena bertambahnya modal yang dikeluarkan untuk membeli beras dari agen.

Baca juga: 1,9 Juta Hektare Sawah Siap Panen, Beras Sampai Lebaran Aman

“Terpaksa tambah modal, mau nggak mau. Tadinya beras pera dijual Rp 500.000 per karung, sekarang jadi Rp 600.000. Otomatis kita harus menaikan harga jual,” tukas Ali.

Dia menilai kenaikan beras lumrah terjadi di awal tahun. Biasanya, kata Ali, kenaikan terjadi pada bulan Agustus sampai Februari. “Biasanya harga akan kembali normal di Maret. Kami berharap sih begitu,” tuturnya.

Sementara itu terkait dugaan adanya praktik pengoplosan beras Bulog, Ali menilai hal itu merugikan. Dia merasa ditipu jika beras yang dibeli tidak sesuai harapan. “Kalau saya beli beras kan per karung, pas dilihat berasnya bagus dan putih, tapi pas dimasak ternyata nasinya keras,” tukasnya.



Menurut dia, sejauh ini pelanggannya jarang yang membeli beras Bulog dan lebih memilih beras lokal lainnya. “Kalau disini jarang yang beli beras Bulog. Kalau menurut mereka karena nasinya keras,” tukas Ali.

Agak berbeda, Endah mengaku beras Bulog akhir-akhir ini banyak diminati oleh masyarakat. “Lebih banyak Bulog sih akhir-akhir ini, karena harganya jauh lebih murah,” ungkapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Pasar Cipulir Banjir,...
Pasar Cipulir Banjir, Pedagang Sedih Omzet Turun Drastis
Pramono Diminta Pertimbangkan...
Pramono Diminta Pertimbangkan Nasib Pedagang Sebelum Terapkan Perda KTR
Rekomendasi
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved