Hotel Berbintang Ramai Dijual di Situs Online, Pemilik Kesulitan Mencicil Utang
Minggu, 12 Februari 2023 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Hotel Dijual di Lapak Online, PHRI: Cash flow Memang Sudah Parah
Di sisi lain, lanjut Hariyadi, minat investor untuk membeli hotel relatif rendah. Pemilik modal lebih tertarik menanamkan dana mereka ke industri padat modal.
“Enggak banyak juga yang mau beli. Investor lebih berminat ke pembangunan seperti smelter atau industri lainnya yang punya nilai tambah tinggi,” ujar CEO Sahid Group itu.
Selain itu menurutnya relaksasi dari pemerintah untuk industri perhotelan yang hanya sampai 2024 tidak mengurai utang. Diterangkan olehnya dengan hanya pembayaran bunganya saja yang dibagi termin, sehingga tidak cukup meringankan.
Potongan PPh 25 Badan (Pajak Penghasilan Pasal 25) pada 2020 dan 2021 pun tak terlalu berdampak lantaran bisnis perhotelan merugi. “Jadi kalau bicara stimulus, kami kemarin cuma dapat hibah pariwisata saja. Karena memang sulit, akhirnya banyak yang mempertimbangkan untuk menjual saja hotel mereka,” pungkas Hariyadi.
Di sisi lain, lanjut Hariyadi, minat investor untuk membeli hotel relatif rendah. Pemilik modal lebih tertarik menanamkan dana mereka ke industri padat modal.
“Enggak banyak juga yang mau beli. Investor lebih berminat ke pembangunan seperti smelter atau industri lainnya yang punya nilai tambah tinggi,” ujar CEO Sahid Group itu.
Selain itu menurutnya relaksasi dari pemerintah untuk industri perhotelan yang hanya sampai 2024 tidak mengurai utang. Diterangkan olehnya dengan hanya pembayaran bunganya saja yang dibagi termin, sehingga tidak cukup meringankan.
Potongan PPh 25 Badan (Pajak Penghasilan Pasal 25) pada 2020 dan 2021 pun tak terlalu berdampak lantaran bisnis perhotelan merugi. “Jadi kalau bicara stimulus, kami kemarin cuma dapat hibah pariwisata saja. Karena memang sulit, akhirnya banyak yang mempertimbangkan untuk menjual saja hotel mereka,” pungkas Hariyadi.
(akr)
Lihat Juga :