Harga Mahal Jadi Alasan Mobil Listrik Tidak Laku di Indonesia

Selasa, 14 Februari 2023 - 18:35 WIB
loading...
Harga Mahal Jadi Alasan...
Ombudsman mengungkapkan harga mahal menjadi alasan mobil listrik tidak laku di Indonesia. FOTO/dok.Istimewa
A A A
JAKARTA - Ombudsman mengungkapkan harga mahal menjadi alasan mobil listrik tidak laku di Indonesia. Sebab itu perlu insentif yang sesuai untuk menarik konsumen.

"Perlu dilihat besaran insentif di awal pembelian khususnya bagi mobil listrik karena harga jual cukup mahal. Insentif perlu disesuaikan harga jual," ujar Anggota Ombudsman Hery Susanto saat konferensi pers, Selasa (14/2/2023).

Baca Juga: Ban Bermasalah, 1.182 Mobil Listrik Kembaran Toyota Ditarik

Dia membandingkan harga mobil listrik dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kona Dai Hyundai di AS dan Eropa berkisar di harga Rp450 juta sementara di Korea berkisar Rp 350 juta dan Australia berkisar Rp500 juta. "Sedangkan di Indonesia mencapai Rp 698 juta," ungkapnya.

Di samping itu, disparitas harga juga cukup tinggi antara harga pabrik dengan harga jual di Indonesia. Berdasarkan keterangan dari Komunitas Mobil Listrik Indonesia, terdapat perbedaan yang besar antara harga pabrikan dengan harga jual pasaran. Seperti mobil listrik Wuiling di China harganya berkisar Rp85-90 juta dijual di Indonesia dengan harga Rp300 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Rekomendasi
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved