Dorong Hilirisasi, Perbankan Syariah Siap Danai Proyek Smelter
Rabu, 15 Februari 2023 - 17:39 WIB
loading...
Perbankan syariah siap mendanai proyek smelter. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan perbankan syariah siap mendanai proyek smelter untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik. Hal itu untuk mendukung proyek hilirisasi yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang.
"Proyek jangka panjang kalau didanai oleh perbankan nasional seringkali tidak sesuai. Ini kita diskusikan hari ini, ada pelaku usaha juga. Kita akan dengar kebutuhan mereka kalo project finance yang green," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui dalam acara Global Islamic Finance Summit, di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: BSI Bakal Salurkan KUR Rp 3 Triliun, Erick Thohir: Naik Terus hingga 2024
Menurut dia melalui skema tersebut PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dapat memanfaatkan pertumbuhan baru melalui pengembangan hilirisasi mineral, infrastruktur dan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle) atau EV. BSI akan mencermati struktur proyek green finance seperti smelter, pabrik baterai kendaraan listrik, dan refining nikel.
"Seperti apa strukturnya, apakah sesuai dengan model, fundingnya ada atau tidak. Yang penting adalah funding-nya ada dan tenor yang sesuai, misalnya 7 tahun atau bahkan 12 tahun,” ungkap Tiko.
Tiko mengatakan struktur syariah paling tepat untuk pembiayaan infrastruktur jangka panjang terutama BUMN seperti jalan tol, kereta api hingga pembangkit listrik.
Baca Juga: BNI Rights Issue Guyur Tambahan Modal ke BSI Rp500 Miliar
"Cuma memang di Indonesia masih banyak yang belum memahami struktur seperti apa yang bisa tepat sasaran sesuai jenis asetnya dan comply dengan syariah base-nya," jelas Tiko.
"Proyek jangka panjang kalau didanai oleh perbankan nasional seringkali tidak sesuai. Ini kita diskusikan hari ini, ada pelaku usaha juga. Kita akan dengar kebutuhan mereka kalo project finance yang green," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui dalam acara Global Islamic Finance Summit, di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: BSI Bakal Salurkan KUR Rp 3 Triliun, Erick Thohir: Naik Terus hingga 2024
Menurut dia melalui skema tersebut PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dapat memanfaatkan pertumbuhan baru melalui pengembangan hilirisasi mineral, infrastruktur dan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle) atau EV. BSI akan mencermati struktur proyek green finance seperti smelter, pabrik baterai kendaraan listrik, dan refining nikel.
"Seperti apa strukturnya, apakah sesuai dengan model, fundingnya ada atau tidak. Yang penting adalah funding-nya ada dan tenor yang sesuai, misalnya 7 tahun atau bahkan 12 tahun,” ungkap Tiko.
Tiko mengatakan struktur syariah paling tepat untuk pembiayaan infrastruktur jangka panjang terutama BUMN seperti jalan tol, kereta api hingga pembangkit listrik.
Baca Juga: BNI Rights Issue Guyur Tambahan Modal ke BSI Rp500 Miliar
"Cuma memang di Indonesia masih banyak yang belum memahami struktur seperti apa yang bisa tepat sasaran sesuai jenis asetnya dan comply dengan syariah base-nya," jelas Tiko.
(nng)
Lihat Juga :