Susi Air: Maskapai yang Mengepak Berkat Kedermawanan Susi Pudjiastuti
Kamis, 16 Februari 2023 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Tak bisa ditampik bahwa Susi memang memiliki "trah bisnis". Keluarganya merupakan pedagang ternak. Namun, trah itu bersandingan erat dengan jiwa kemandiriannya.
Sayap bisnis Susi Air perlahan membuka setelah bencana tsunami Aceh. Bencana alam yang terjadi pada Desember 2004 menimbulkan korban jiwa yang maha-banyak. Mereka yang meninggal akibat tsunami mencapai 169.000 jiwa, sedang korban selamat yang terdampak lebih banyak lagi.
Masyarakat Aceh yang selamat dari gempa dan tsunami itu membutuhkan banyak pertolongan, mulai dari makanan, pakaian, hingga obat-obatan hingga beberapa tahun setelah kejadian. Melihat itu semua, Susi pun terenyuh dan mengulurkan tangan dengan cara meminjamkan pesawatnya. Pesawat milik Susi disebut-sebut menjadi yang pertama mendarat di lokasi bencana.
Kebaikan Susi berbalas kebaikan yang luar biasa. Awalnya pesawat Susi hanya membawa bantuan makanan dan obat-obatan secara gratis, setelah itu bawan komersial pun bermunculan.
"Setelah dua pekan kami menggratiskan penerbangan untuk bantuan makanan dan obat-obatan, baru ramai penyewaan oleh NGO. Saat itu, kami mulai menerbangkan orang untuk uang," kata Susi dikutip dari YouTube, Senin (16/2/2023).
Berangkat dari situ, ide brilian Susi untuk melebarkan sayap bisnis penerbangannya menguat. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan beribu-ribu pulau, yang sebagian besar hanya bisa dijangkau dengan pesawat kecil.
Pada tahun 2006 Susi mulai mengembangkan rute terjadwal yang berbasis di luar Medan. Perlahan tapi pasti, Susi Air kini telah berkembang semakin besar.
Sayap bisnis Susi Air perlahan membuka setelah bencana tsunami Aceh. Bencana alam yang terjadi pada Desember 2004 menimbulkan korban jiwa yang maha-banyak. Mereka yang meninggal akibat tsunami mencapai 169.000 jiwa, sedang korban selamat yang terdampak lebih banyak lagi.
Masyarakat Aceh yang selamat dari gempa dan tsunami itu membutuhkan banyak pertolongan, mulai dari makanan, pakaian, hingga obat-obatan hingga beberapa tahun setelah kejadian. Melihat itu semua, Susi pun terenyuh dan mengulurkan tangan dengan cara meminjamkan pesawatnya. Pesawat milik Susi disebut-sebut menjadi yang pertama mendarat di lokasi bencana.
Kebaikan Susi berbalas kebaikan yang luar biasa. Awalnya pesawat Susi hanya membawa bantuan makanan dan obat-obatan secara gratis, setelah itu bawan komersial pun bermunculan.
"Setelah dua pekan kami menggratiskan penerbangan untuk bantuan makanan dan obat-obatan, baru ramai penyewaan oleh NGO. Saat itu, kami mulai menerbangkan orang untuk uang," kata Susi dikutip dari YouTube, Senin (16/2/2023).
Berangkat dari situ, ide brilian Susi untuk melebarkan sayap bisnis penerbangannya menguat. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan beribu-ribu pulau, yang sebagian besar hanya bisa dijangkau dengan pesawat kecil.
Pada tahun 2006 Susi mulai mengembangkan rute terjadwal yang berbasis di luar Medan. Perlahan tapi pasti, Susi Air kini telah berkembang semakin besar.
Lihat Juga :