Belanja Modal Pemda di Bawah 50%, Jokowi Peringatkan Para Gubernur

Rabu, 15 Juli 2020 - 22:56 WIB
loading...
Belanja Modal Pemda...
Pada pertemuan dengan para gubernur di Istana Kepresiden Bogor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyoroti realisasi belanja provinsi-provinsi di seluruh Indonesia yang masih di bawah 50%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pada pertemuan dengan para gubernur di Istana Kepresiden Bogor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyoroti realisasi belanja provinsi-provinsi di seluruh Indonesia yang masih di bawah 50%. Dia mengatakan bahwa itu pun total dari semua belanja baik belanja pegawai, barang-jasa maupun modal.

“Ini secara total. Itu belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Tetapi kalau kita lihat, ini yang menggerakkan, yang paling menggerakkan dari belanja-belanja itu adalah belanja modal. Karena yang pegawai itu rutin,” ungkap Presiden Jokowi dalam sambutannya yang diunggah di laman Setkab.go.id, Rabu (15/7/2020).

(Baca Juga: Uang Pemda Mengendap di Bank Rp170 Triliun, Jokowi: Guede Sekali Ini )

Jokowi sempat menyebut pemda-pemda yang realisasi belanja modalnya masih rendah. Padahal saat ini sudah memasuki semester kedua tapi realisasi belanja modal masih di bawah 20%. Bahkan ada pemda yang realisasi belanja modalnya masih di angka 1%.

“Sumatera Selatan hati-hati, masih 1,4%. Ini sudah bulan Juli, belanja modalnya. Sulawesi Tenggara belanja modal 5,6%. Papua 4,8%, Maluku Utara 10,3%, NTT 19,6%. Ini belanja modal. Kalimantan Barat 5,5 persen, belanja modal Aceh 8,9 persen, belanja modal. Masih rendah-rendah sekali, hati-hati,” ujarnya.

Dia meminta agar para gubernur menggenjot birokrasinya lebih cepat dalam merealisasikan anggaran. Dia mengatakan bahwa hal serupa juga berlaku di kementerian/lembaga.

“Birokrasi kita harus kita ajak, agar ada speed di sini. Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya. Ini yang juga kemarin saya ingatkan kepada menteri. Nanti LKPP juga biar menyampaikan. Pak Kepala LKPP, gimana kecepatan itu, terutama belanja barang dan jasa ini bisa dilakukan dengan cepat termasuk belanja modal,” ujarnya.

Jokowi mengungkapkan pada tahun lalu masih ada lelang sebesar Rp.15 triliun di bulan November. Dia menegaskan jangan sampai hal tersebut kembali terulang di tahun ini.

“Ini hati-hati. Kalau birokrasi kita, dinas-dinas kita, enggak kita kendalikan, model-model belanja seperti yang dulu-dulu ini masih ada yang melakukan. Dipepetkan di November-Desember, hati-hati. Sekarang ini yang kita butuhkan untuk semua provinsi adalah Juli, Agustus, September, sekali lagi,” tuturnya.

(Baca Juga: Lebih Efisien, Presiden Jokowi Ingin Kerja dari Rumah Secara Permanen )

Lebih lanjut Ia menyebut BPKP akan terus melakukan pengecekan agar tidak ada terjadi kekeliruan. Dia mengatakan bahwa para gubernur juga bisa melakukan hal yang sama agar betul-betul belanja bisa dilakukan cepat

“Sekali lagi, dalam situasi krisis sekarang ini, manajemen yang kita pakai adalah manajemen krisis, bukan manajemen biasa. Enggak bisa business as usual, enggak bisa. Jadi, sederhanakan regulasinya, sederhanakan SOP-nya,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Belanja Pegawai Pemda...
Belanja Pegawai Pemda Maksimal 30% dari APBD, Bakal Ada Pengurangan PPPK?
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Anggaran Keselamatan...
Anggaran Keselamatan KAI Disorot Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
Rencana Pemda Pungut...
Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Purbaya Tepis Isu Bakal...
Purbaya Tepis Isu Bakal Kehabisan Uang 2 Minggu Lagi: Salah Besar
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Bahlil Izin Panggil...
Bahlil Izin Panggil Kanda ke Prabowo: Supaya Olahannya Cepat Masuk
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Berita Terkini
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved