Jelas Sudah! ID Food Mesti Ngutang Rp8 Triliun untuk Impor Gula dan Daging Sapi
Jum'at, 17 Februari 2023 - 19:20 WIB
loading...
ID Food tak dapat PMN untuk impor daging sapi dan gula. Foto/Yulianto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN memastikan pendanaan yang digunakan holding BUMN pangan atau ID Food saat mengimpor gula kristal putih dan daging sapi beku tahun ini berasal dari pinjaman perbankan, alias utang. Total kebutuhan anggaran untuk impor itu mencapai Rp8 triliun.
Baca juga: Saat ID Food Nikmati Manisnya 991 Ribu Ton Gula Impor, Bulog hanya Termanyun Saja
Dana itu dialokasikan untuk mengimpor 237.575 ton gula kristal putih atau setara dengan 250.000 ton gula kristal mentah. Sementara, penugasan untuk impor daging sapi beku sebanyak 100.000 ton.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan, pemerintah tidak menyuntik anggaran melalui skema penyertaan modal negara (PMN). Karena itu, pinjaman perbankan menjadi alternatif pendanaan holding saat ini.
"Penugasan ini pastinya sumber dana dari perbankanlah. Jadi pengadaan, pengelolaan tugasnya ID Food. Skema pendanaan bukan PMN, dana perbankanlah," ungkap Arya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jumat (17/2/2023).
Keputusan Kementerian BUMN terkait sumber dana impor kedua komoditas dasar itu berbeda dengan skema awal yang disampaikan Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan. Sebelumnya, Frans mengatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan dana Rp8 triliun kepada ID Food.
Namun, sebelum sokongan anggaran dicairkan pemerintah, holding terlebih dahulu menggunakan dana internal perusahaan. "Sebenarnya kita ada skema pendanaan dari pemerintah, tapi sebelum itu turun kita pakai (anggaran) sendiri, kurang lebih Rp8 triliun," ujar Frans.
Baca juga: Saat ID Food Nikmati Manisnya 991 Ribu Ton Gula Impor, Bulog hanya Termanyun Saja
Dana itu dialokasikan untuk mengimpor 237.575 ton gula kristal putih atau setara dengan 250.000 ton gula kristal mentah. Sementara, penugasan untuk impor daging sapi beku sebanyak 100.000 ton.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan, pemerintah tidak menyuntik anggaran melalui skema penyertaan modal negara (PMN). Karena itu, pinjaman perbankan menjadi alternatif pendanaan holding saat ini.
"Penugasan ini pastinya sumber dana dari perbankanlah. Jadi pengadaan, pengelolaan tugasnya ID Food. Skema pendanaan bukan PMN, dana perbankanlah," ungkap Arya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jumat (17/2/2023).
Keputusan Kementerian BUMN terkait sumber dana impor kedua komoditas dasar itu berbeda dengan skema awal yang disampaikan Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan. Sebelumnya, Frans mengatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan dana Rp8 triliun kepada ID Food.
Namun, sebelum sokongan anggaran dicairkan pemerintah, holding terlebih dahulu menggunakan dana internal perusahaan. "Sebenarnya kita ada skema pendanaan dari pemerintah, tapi sebelum itu turun kita pakai (anggaran) sendiri, kurang lebih Rp8 triliun," ujar Frans.
Lihat Juga :