Pertamina Geothermal Tetapkan Harga IPO Rp875 per Saham, Raup Dana Segar Rp9,05 Triliun
Senin, 20 Februari 2023 - 10:20 WIB
loading...
Pertamina Geothermal menetapkan harga penawaran umum perdana saham. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp875 per saham. Dengan demikian, perseroan akan mendapat dana segar sebesar Rp9,05 triliun dari gelaran IPO ini.
Sebagai informasi, PGE saat ini tengah memasuki masa penawaran umum hingga 22 Februari 2023 mendatang. Setelah itu, perseroan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode PGEO pada 24 Februari 2023.
Baca Juga: OJK Beri Restu IPO Pertamina Geothermal, Bidik Dana Segar Rp9,78 Triliun
Dalam prospektus yang dirilis, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini melepas sebanyak 10,35 miliar saham atau 25% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan sebesar 85% dana hasil IPO untuk pengembangan usaha hingga 2025 mendatang.
Secara rinci, sebesar 55% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional perseroan saat ini, yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan eksisting perseroan.
Sebagai informasi, PGE saat ini tengah memasuki masa penawaran umum hingga 22 Februari 2023 mendatang. Setelah itu, perseroan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode PGEO pada 24 Februari 2023.
Baca Juga: OJK Beri Restu IPO Pertamina Geothermal, Bidik Dana Segar Rp9,78 Triliun
Dalam prospektus yang dirilis, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini melepas sebanyak 10,35 miliar saham atau 25% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan sebesar 85% dana hasil IPO untuk pengembangan usaha hingga 2025 mendatang.
Secara rinci, sebesar 55% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional perseroan saat ini, yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan eksisting perseroan.
Lihat Juga :