Program Kartu Prakerja Dinilai Jadi Game Changer
Selasa, 21 Februari 2023 - 18:47 WIB
loading...
Program Kartu Prakerja dinilai bisa meningkatkan keterampilan pekerja. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program Kartu Prakerja yang dijalankan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dinilai mampu meningkatkan keahlian pekerja. Capaian itu dibuktikan dari survei yang telah dilakukan, salah satunya oleh BPS dalam Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2020.
Baca juga: Alasan Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibatasi Hanya 10.000 Peserta
Survei itu menunjukkan bahwa mayoritas penerima Kartu Prakerja menyatakan program tersebut meningkatkan keterampilan kerja mereka. Capaian itu setidaknya disampaikan oleh 88,9% penerima Kartu Prakerja yang menyelesaikan pelatihannya.
Direktur UNESCO Institute for Lifelong Learning, David Atchoarena, menilai, Kartu Prakerja sebagai game changer, atau pembawa perubahan besar, dalam upaya meningkatkan pembelajaran bagi orang dewasa di luar pendidikan formal.
"Ini sekaligus membangun jembatan antara pendidikan formal dan informal. Teknologi menjadi 'game changer' terutama dalam memberikan tempat bagi platform digital untuk pengembangan keterampilan angkatan kerja (upskilling dan reskilling)," kata David, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/2/2023).
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program Kartu Prakerja bertujuan untuk mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja, serta mengembangkan kewirausahaan. Airlangga menguraikan, program Kartu Prakerja merupakan misi kemanusiaan dengan pemberdayaan yang melibatkan pendidikan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan.
Baca juga: Ronaldo Kwateh Banjir Dukungan Usai Diperkenalkan Bodrumspor
"Program ini lebih dari sekadar kebijakan, pendanaan atau teknologi. Dibutuhkan perubahan radikal dalam institusi dan budaya, serta di pemerintahan, perusahaan dan individu," kata Airlangga.
Baca juga: Alasan Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibatasi Hanya 10.000 Peserta
Survei itu menunjukkan bahwa mayoritas penerima Kartu Prakerja menyatakan program tersebut meningkatkan keterampilan kerja mereka. Capaian itu setidaknya disampaikan oleh 88,9% penerima Kartu Prakerja yang menyelesaikan pelatihannya.
Direktur UNESCO Institute for Lifelong Learning, David Atchoarena, menilai, Kartu Prakerja sebagai game changer, atau pembawa perubahan besar, dalam upaya meningkatkan pembelajaran bagi orang dewasa di luar pendidikan formal.
"Ini sekaligus membangun jembatan antara pendidikan formal dan informal. Teknologi menjadi 'game changer' terutama dalam memberikan tempat bagi platform digital untuk pengembangan keterampilan angkatan kerja (upskilling dan reskilling)," kata David, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/2/2023).
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program Kartu Prakerja bertujuan untuk mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja, serta mengembangkan kewirausahaan. Airlangga menguraikan, program Kartu Prakerja merupakan misi kemanusiaan dengan pemberdayaan yang melibatkan pendidikan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan.
Baca juga: Ronaldo Kwateh Banjir Dukungan Usai Diperkenalkan Bodrumspor
"Program ini lebih dari sekadar kebijakan, pendanaan atau teknologi. Dibutuhkan perubahan radikal dalam institusi dan budaya, serta di pemerintahan, perusahaan dan individu," kata Airlangga.
(uka)
Lihat Juga :