Ganggu Industri Nasional, Hipmi Minta Keran Impor Baja Ditutup
Kamis, 16 Juli 2020 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Rama menilai, sebenarnya produk baja Indonesia jauh lebih baik dibandingkan buatan negara lain. Oleh karena itu, menurutnya, industri baja nasional perlu dibantu untuk berkompetisi dan meningkatkan daya saing harga.
"Pengusaha jasa konstruksi mengeluhkan maraknya baja impor yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu pemerintah perlu menutup keran impor, kecuali untuk produk baja yang belum bisa diproduksi di dalam negeri," terangnya
Selain itu, pemerintah juga diminta serius merevitalisasi industri baja nasional. Itu penting untuk menghasilkan inovasi produk agar lebih berdaya saing global di era digital.
"Di era revolusi industri 4.0 saat ini, pemanfaatan teknologi digital menjadi penting guna mengembangkan industri lokal serta menghasilkan inovasi produk yang dapat memenuhi pasar domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, pemerintah harus bertekad untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan usaha serta memfasilitasi pemberian insentif fiskal dan nonfiskal," pungkasnya.
"Pengusaha jasa konstruksi mengeluhkan maraknya baja impor yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu pemerintah perlu menutup keran impor, kecuali untuk produk baja yang belum bisa diproduksi di dalam negeri," terangnya
Selain itu, pemerintah juga diminta serius merevitalisasi industri baja nasional. Itu penting untuk menghasilkan inovasi produk agar lebih berdaya saing global di era digital.
"Di era revolusi industri 4.0 saat ini, pemanfaatan teknologi digital menjadi penting guna mengembangkan industri lokal serta menghasilkan inovasi produk yang dapat memenuhi pasar domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, pemerintah harus bertekad untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan usaha serta memfasilitasi pemberian insentif fiskal dan nonfiskal," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :